Sebagai seorang blogger, salah satu aktivitas yang paling mendebarkan sekaligus menyenangkan adalah memantau performa blog sendiri di mesin pencari. Iseng-iseng hari ini, aku mencoba mengetikkan kata kunci "STMIK Amik Riau" di Google Search Engine. Niatnya ingin bernostalgia dan melihat sejauh mana artikel-artikel lamaku mampu bersaing di halaman pencarian.
Namun, hasil pencarian hari ini sukses memberikan tamparan keras bagi eksistensi blog ini.
Beberapa tahun yang lalu, tautan (link) Blank's Stories masih dengan gagah nangkring di daftar pencarian dengan kata kunci tersebut. Walaupun posisinya masih terdampar di halaman sepuluh, setidaknya nama blog ini masih diakui oleh robot Google. Tapi sekarang? Setelah kugulir halaman demi halaman, tautan artikelku benar-benar sudah raib tak berbekas.
Satu-satunya kabar baik yang tersisa adalah di bagian Google Images (Pencarian Gambar). Alhamdulillah, di sana masih terselip sekitar tiga buah gambar dokumentasi lama yang masih terhubung langsung ke alamat blank-story.blogspot.com.
Mengapa Blog Bisa Kehilangan Peringkat di Google?
Setelah merenung dan mencoba menganalisis situasi ini, aku menyadari satu hal: hilangnya posisi blog ini dari peredaran Google bukanlah sebuah kesalahan sistem. Ini adalah konsekuensi logis karena aku sudah terlalu lama absen dan jarang memposting artikel baru yang berkaitan dengan STMIK Amik Riau.
Algoritma Google sangat menyukai pembaruan konten dan konsistensi (freshness & relevancy). Ketika sebuah blog berhenti memproduksi informasi segar tentang suatu topik, Google secara otomatis akan menurunkan otoritas blog tersebut pada topik yang bersangkutan dan menggantikannya dengan situs lain yang lebih aktif.
Dampak dari "menghilangnya" posisi blog ini tentu sangat terasa pada lalu lintas grafik pengunjung. Traffic atau jumlah pembaca harian yang datang dari mesin pencari otomatis menjadi terhambat dan menurun drastis.
Strategi Baru: Kembali Peka Terhadap Kabar Kampus
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga sekaligus alarm pengingat bagiku. Judul "Menghilang dari Peredaran" sengaja kusematkan bukan untuk meratapi nasib, melainkan sebagai titik balik untuk menyusun strategi baru.
Jika ingin mengembalikan kejayaan Blank's Stories di halaman pertama Google, tidak ada cara instan. Langkah konkret yang harus kuambil ke depan adalah:
Meningkatkan Frekuensi Konten: Lebih rajin dan konsisten lagi merilis artikel-artikel yang membahas dinamika kampus.
Mengasah Kepekaan Berita: Aku harus lebih jeli, peka, dan responsif terhadap isu, kegiatan, agenda, maupun berita apa saja yang sedang hangat terjadi di lingkungan STMIK Amik Riau untuk dijadikan bahan tulisan yang segar.
Kehilangan peringkat itu mudah, namun membangunnya kembali membutuhkan kerja keras dan konsistensi rima yang tidak boleh putus. Mari kita mulai lagi dari awal, asah pena, dan ramaikan kembali peredaran mesin pencari!
Pekanbaru, 6 Oktober 2016
Oleh: Prima Eko Putra (Blank's Stories)
Komentar
Posting Komentar