Ada yang Tau Ndak?

17 Februari 2017
Akhir - akhir ini, mungkin sudah dua bulan terakhir ini, ada yang lain pada telapak tanganku, kulitnya mudah mengelupas tapi tidak banyak, hanya sedikit sedikit seperti ganti kulit, cuman sedikit. Aku tidak tau apa penyebab sebenarnya, yang aku ingat ini seperti ganti kulit, jadi masih kubiarkan, tapi sekarang sudah sekitar dua bulan, dan keadaannya masih seperti ini, aku jadi makin khawatir. Tadi sempat aku searching juga, secara umum menyebutkan kalau itu terjadi karena cuaca, detergen dan alergi, aku tidak pernah bermasalah dengan detergen, dari dulu aku main main dengan detergen tidak terjadi apa apa, jika alergi pasti gatal gatal, sedangkan ini tidak ada gatalnya sama sekali, cuaca kurasa tidak mungkin, karena sudah dua bulan ini cuaca kan berganti ganti, tak mungkin karena cuaca. Aku masih bingung sampai sekarang, entah apa penyebabnya.

Satu lagi masalahku sekarang yaitu telapak tanganku mudah berkeringat, aku jadi khawatir, soalnya kemarin pernah baca kalau tangan mudah berkeringat itu, katanya kena paru paru basah. Itu yang belum aku tau sampai sekarang, apa penyebab kedua kelainan pada telapak tanganku ini. Bagi kawan - kawan yang tau penyakit apa yang sedang kualami ini, aku minta sharingnya sama kawan kawan ya, takutnya jika dibiarkan jadi tambah parah, aku belum kedokter karena aku belum merasakan sakit atau semacamnya, didiriku masih sehat - sehat aja, aku fikir tak ada hubungannya dengan kesehatan, hanya aku agak risih aja.

Sekali lagi kepada pembaca, walaupun pembacanya cuman sedikit, mungkin diantara yang sedikit itu tau tentang kelainan pada telapak tanganku ini, biar khawatirku hilang.

By Blank

Blank Dulu Sekarang

12 Februari 2017
Aku ingat saat masih kecil, saat masih SD dan SMP kala itu, aku salah satu orang yang rajin sekali beribadah, malahan aku yang azan di masjid Assa'adah (nama masjid yang ada di Buatan II). Dan pada saat bulan puasa, aku juga yang selalu barisan depan untuk tadarusan, kadang bisa sampai pagi tadarusan. Aku juga ingat biasanya saat bulan puasa, di Desa Buatan II (sekarang penyebutannya jadi Kampung Buatan II) selalu mengadakan pertandingan ataupun lomba Azan dan ngaji, aku selalu ikut, dan Alhamdulillah aku selalu juara. Ya mungkin itu bakat masa kecilku dan juga dari kecil dididik untuk taat beribadah.

Home Sweet Home

04 Februari 2017
Kemarin sore aku sampai di Buatan II, kampung tercinta, menemui keluarga. Maklum dah lama juga tak pulang, rasa rindunya udah membesar, ya namanya juga udah siap UAS dan sekarang lagi libur. Cukup lama juga lah waktuku bersama keluarga, melihat keadaan Ibu, bapak, adik - adikku dan juga keadaan rumah.  Kemarin pas pulang jumpa Bapak disimpang Mesjid Assa'adah, mesjid kebanggaan Kampung Buatan II, bapak abis dari mbeli bola lampu LED untuk ruang tengah, biar hemat listrik.

Sampai aku langsung istirahat, tak lama aku baring ibu langsung keluar dari kamar, ternyata ibu habis sholat. Aku istirahat agak 15 menit, lalu disuruh sholat, cukup lama juga aku tak sholat, tapi kalau dirumah tak sholat, kena ceramahi nantik. Sebenarnya bukan itu poinnya, seolah aku sholat karena takut sama orangtua, padahal seharusnya sholat karena takut pada Allah. selesai sholat langsung makan, terus keluar sebentar, mau lihat lihat keadaan sekitar sungai, soalnya rumahku dipinggr sungai Siak. Yah, masih sama, ramai remaja yang mengelilingi kantor Kepala Kampung, soalnya sudah dipasangi wifi. Aku juga sedang survei tempat yang bagus untuk online, soalnya mau bentang hammock juga. Tapi mungkin masih agak lama, soalnya malam itu aku masih sangat lelah.

Pulangnya aku langsung istirahat, mungkin kegiatan esok masih banyak, soalnya aku harus membersihkan pakaian - pakaian yang aku bawak pulang dan juga beberapa alatku ada yang kotor. ya setidaknya istirahat malam itu bisa pulihkan tenagaku. So, Welcome to Home Sweet Home.
By Blank

I Dont Know. . .lah

31 Januari 2017
Cukup lama juga tangan ini terhenti diatas keyboard laptop, hanya untuk memikirkan apa yang ingin aku tulis, kata orang gampang nulis, hanya tuangkan saja apa yang ada difikiran kita, tapi aku sudah mencoba berkali kali, tapi hanya ini yang bisa aku tulis. Kutundukkan wajahku kubiarkan jemariku berpindah pindah, dan aku hanya menulis apa yang aku ingin katakan sekarang. Orang orang diluar sekre masih asik dengan obrolannya, didalam hanya aku Faisal dan Bang Fandi.

Kucoba lagi memikirkan jauh agar aku mendapatkan inspirasi, tapi lamunanku terhenti didepan laptop ini. Sempat terfikir olehku tentang skripsiku yang judulnya saja aku belum tau apa. Tentang program kerja di Wanapalhi yang juga aku belum membuat sedikitpun RAB nya. apa mungkin ini efek dari liburan yang membuatku menjadi malas. Banyak sebenarnya yang aku fikirkan, hanya saja aku lebih memilih untuk tetap bersifat tegar seperti tidak terjadi apa apa, padahal dibalik itu semua, kepalaku sudah hampir mau pecah memikirkannya. Nungkin hilang aja satu masalah itu akan membantuku untuk tenang.

Bapak dan Ibu, Eko Minta Maaf

21 Desember 2016
Lagi lagi postingan yang seperti ini yang aku upload, ya wajarlah ya kalau orangtua dah nanya kapan wisuda. Kemaren pas ditelpon bapak bilang gini "Eko April kami ke Pekanbaru kan?? Liat wisuda Eko?" Jantungku langsung berdebar kencang, karena semester depan aku masih ada matakuliah yang harus diambil. Entah bagaimana aku ngelesnya kemaren aku tak ingat lagi, fikiranku kalut seketika, ceileh kalut bahasaku.

Aku hanya takut Bapak dan Ibu kecewa. Masalah keuangan keluarga juga menjadi beban fikiranku, entah bagaimana caranya aku bisa bayar uang kuliah semester depan, aku tak tau lagi harus ngomong apa sama Ibu Bapak, aku sendiri yang membuatnya menjadi begini. Tekanan demi tekanan aku dapat tiap hari, belum lagi keluarga yang lain juga nanyain, aku takut sekali membuat Ibu Bapak malu. 

Bapak Ibu, Eko minta maaf sampai detik ini, baru postingan ini yang bisa Eko tulis, skripsinya nyusul ya Pak, Bu. Pelan pelan Eko coba berusaha membuat Ibu Bapak bangga, Eko nyesal dah jadi begini. Eko usahakan secepat mungkin, jadi biaya kuliah adik adik, Eko lagi yang akan tanggung besok. Eko janji.

Semua Harus Berpartisipasi Untuk Cegah Korupsi

Pencegahan korupsi di Indonesia merupakan hal yang paling sulit dilakukan, karena kasus korupsi seperti sudah mendarah daging di Indonesia. Berbagai cara sudah coba dilakukan oleh pemerintah, mulai dari sosialisasi, pelatihan, dan seminar tentang pencegahan korupsi, tetap saja tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi.


Dari data diatas, bisa kita lihat pada tahun 2006 Indonesia memegang peringkat tertinggi di Asia. 
Untuk mencegah kasus tersebut, tidak hanya pemerintah yang bergerak, kita sebagai masyarakat juga harus berpartisipasi didalamnya. dan itu bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah sendiri. Pendidikan yang diberikan dirumah harus bisa mengajarkan anak - anak tentang pentingnya sebuah kejujuran. Karena dasar dari korupsi adalah kebohongan, jika anak - anak dari kecilnya sudah terbiasa berbohong, sampai besar ataupun dewasa juga akan terbiasa berbohong. Mulai dari menyembunyikan sesuatu dan kebohongan berikutnya harus bisa menutupi kebohongan yang telah dia mulai, dan itu akan menjadi sebuah lingkaran yang tak terelakkan.