Di perpustakaan sekolah tempat aku mengajar, yaitu SDIT & SMPIT Al Kindi, tersimpan berbagai kitab hadits yang luar biasa. Mulai dari Hadits Shahih Bukhari, Hadits Shahih Muslim, hingga Hadits Shahih Imam Nawawi, serta kitab Tafsir Qur'an Ibnu Katsir. Dengan keberadaan rujukan yang lumayan lengkap di sini, seharusnya ada banyak mutiara ilmu yang bisa digali, diajarkan, dan diamalkan bersama. Namun, tantangan terbesarnya sering kali berakar dari konsistensi kita dalam menjaga semangat membaca yang terkadang masih naik turun.
Mendalami kitab-kitab berat seperti ini tentu tidak bisa dilakukan sendirian tanpa ada bimbingan guru atau ustadz yang lebih paham. Khawatirnya, jika kita memahaminya secara mentah tanpa sanad ilmu, malah bisa berujung pada kekeliruan atau salah tafsir yang membingungkan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati. Meski begitu, banyak pula bagian dari kitab-kitab tersebut yang pembahasannya sangat detail dan langsung menyentuh kehidupan praktis kita sehari-hari.
Kenyataan Pahit Rendahnya Budaya Literasi
Merenungkan urusan minat baca ini terkadang membuatku berpikir keras. Bagaimana sebenarnya cara terbaik untuk menumbuhkan minat baca secara masif, baik pada anak-anak maupun orang dewasa? Jika berkaca pada lingkup terdekat seperti keluarga dan lingkungan sekolah, disadari atau tidak, orang-orang yang memiliki hobi membaca secara konsisten jumlahnya masih bisa dihitung jari.
Fenomena ini nyata terlihat di lapangan. Salah satu penanda paling jelas bahwa budaya literasi kita masih kurang adalah pemandangan buku-buku di rak perpustakaan yang perlahan mulai berdebu karena jarang disentuh. Rasanya, kita semua membutuhkan sebuah pemantik atau gerakan nyata yang mampu mendongkrak minat baca anak dan majelis guru secara berkelanjutan. Bukankah ayat Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT adalah Iqro', yang berarti bacalah?
Mencari Solusi Menumbuhkan Semangat Membaca
Sebagai seorang pendidik yang menyukai dunia literasi, aku sadar tidak bisa secara instan membuat orang lain otomatis langsung menyukai buku. Bagaimanapun, perubahan budaya membaca membutuhkan proses yang matang dan keteladanan bersama dari seluruh elemen lingkungan sekitar.
Jadi, bagi kawan-kawan pembaca yang punya ide kreatif atau kiat menarik tentang bagaimana cara menumbuhkan minat baca yang efektif di lingkungan sekolah, silakan berbagi cerita di kolom komentar ya! Siapa tahu ide dari kalian bisa langsung kita diskusikan untuk diterapkan di sekolah.
By Ust. Eko
Komentar
Posting Komentar