Jumat, 12 September 2025
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Anakku Aisyah, buah hati Abi yang paling pertama. Saat aku mengetik baris demi baris tulisan ini, perasaan bahagia yang teramat sangat sedang membuncah di dalam dada Abi. Sebuah momen besar yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga. Tepat pada hari Ahad, tanggal 7 September kemarin, sebuah anugerah luar biasa kembali hadir di tengah-tengah keluarga kecil kita. Kamu sekarang sudah punya seorang adik laki-laki, Nak!
Detik itu juga, kamu secara resmi telah menyandang gelar baru yang sangat hebat: Aisyah resmi menjadi seorang kakak. Melihatmu berdiri di samping tempat tidur adikmu adalah pemandangan yang membuat mata Abi berkaca-kaca karena haru. Harapan terbesar Abi tidak pernah muluk-muluk, Nak. Abi selalu berdoa kepada Allah SWT agar kehadiran kalian berdua di dunia ini bisa menjadi ladang pahala, penyejuk hati, dan menjadi penyebab utama yang memudahkan jalan Abi dan Umi untuk melangkah masuk ke surga-Nya kelak.
Sebutkan Nama yang Baik: 'Ali El Fatih
Sebagai bentuk rasa syukur dan doa yang tidak putus, Abi dan Umi memberikan nama yang sangat baik untuk adik kecilmu. Kami menyematkan nama 'Ali El Fatih. Nama yang sangat gagah dan indah, bukan? Nama 'Ali kami pilih dengan harapan ia bisa tumbuh menjadi lelaki yang tinggi derajatnya, mulia akhlaknya, dan berani seperti sahabat Rasulullah. Sementara El Fatih disematkan sebagai doa agar ia tumbuh menjadi seorang sang pemenang dan pembuka jalan kebaikan, selaras dengan semangat perjuangan di tempat Abi mengabdi.
Abi perhatikan, akhir-akhir ini kamu terlihat sangat menyukai nama itu. Lucu sekali rasanya setiap kali mendengar suara kecilmu berulang-ulang mengeja dan memanggil nama "Adik Ali" di dalam rumah. Panggilan sayang darimu itu seolah menjadi musik paling merdu yang menghidupkan suasana rumah kita yang baru.
Menatap Hati Kecil Kakak Aisyah
Nak, di tengah kebahagiaan menyambut dedek bayi, ada satu hal yang selalu berkecamuk di dalam pikiran Abi. Abi sangat ingin memastikan bahwa kamu tidak merasa kesepian atau cemburu melihat kesibukan Abi dan Umi yang belakangan ini sangat fokus mengurusi semua keperluan adik bayimu. Abi tahu dan sangat paham, di dalam hati kecilmu yang paling dalam, pasti kamu merasakan ada hal yang berubah secara drastis. Perhatian yang dulunya seratus persen milikmu, kini harus terbagi.
"Abi melihat perubahan itu dari tingkah lakumu beberapa hari ini. Kamu sekarang menjadi agak lebih susah dibilangin dan sering merajuk. Abi sama sekali tidak marah, Nak. Abi tahu itu adalah cara alamiahmu untuk mencari perhatian, karena kamu menyadari pandangan kami akhir-akhir ini sering kali teralihkan ke adikmu yang masih merah. Maafkan kami ya, Sayang. Tapi percayalah dan pegang janji Abi ini: InsyaAllah, Abi dan Umi tidak akan pernah mengurangi rasa sayang ini dan akan terus memberikan perhatian penuh untuk menemani hari-harimu. Kamu tetaplah putri kecil Abi yang istimewa."
Antusiasme yang Menggemaskan Sekaligus Mengkhawatirkan
Sebagai seorang kakak, Abi sangat berharap kamu bisa menjadi mitra terbaik Abi dan Umi untuk ikut menjaga dan merawat adikmu. Aisyah adalah anak yang sangat pintar dan cepat menangkap maksud perkataan orang tua. Karena kepintaranmu itulah, Abi merasa tidak akan sulit untuk mulai mengajarimu hal-hal baru yang sederhana, seperti bagaimana cara mengelus kepala adik dengan lembut atau menjaganya saat Umi sedang ke dapur.
Sejauh ini, Abi benar-benar dibuat bangga karena melihat antusiasmemu yang begitu besar dalam menyayangi Adik Ali. Kamu selalu ingin dekat-dekat dengannya. Namun, jujur saja, di balik rasa bangga itu, kadang-kadang Abi dan Umi juga merasa khawatir. Saking semangatnya kamu bermain di dekat adik, kamu sering kali belum bisa mengatur dan mengontrol volume suaramu sendiri. Suara melengkingmu yang keras kerap kali menggema tepat saat adikmu sedang tidur nyenyak.
"Padahal, kamu harus tahu, Nak, menidurkan seorang bayi yang baru lahir itu terkadang butuh perjuangan yang tidak mudah dan menguras tenaga Umi. Maafkan Abi dan Umi ya, kalau dalam situasi seperti itu kami refleks bersuara keras atau memarahimu. Abi tahu tindakanmu itu murni karena rasa antusias dan sayang yang meluap-luap kepada adik, namun di saat yang bersamaan, suara kerasmu itu malah membuatnya terbangun dan menangis lagi. Kita sama-sama belajar ya, Nak. Kakak Aisyah belajar mengecilkan suara saat adik tidur, dan Abi belajar untuk lebih tenang mengingatkanmu."
Abi menyadari sudah cukup lama jemari ini tidak menyentuh keyboard untuk menulis, sehingga susunan kalimat di artikel ini mungkin nampak agak semrawut dan melompat-lompat. Tapi Abi tidak peduli dengan kesempurnaan susunan katanya. Bagi Abi, hal terpenting adalah mengabadikan momen transisi yang sangat berharga ini ke dalam lembar digital blog ini. Abi ingin, bertahun-tahun dari sekarang, ketika kamu dan Adik Ali sudah tumbuh besar dan sudah mampu membaca tulisan ini, kalian bisa tahu betapa indahnya hari-hari pertama kebersamaan kalian dimulai.
Salam sayang yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dari Abi dan Umi, khusus untuk dua permata hati kami:
Aisyah dan Ali
Oleh: Abi Aisyah
Komentar
Posting Komentar