![]() |
| Inggris vs Prancis |
Sepak bola selalu memiliki cara untuk menyatukan jutaan orang. Perbedaan suku, bahasa, bahkan negara seakan hilang ketika peluit pertandingan dibunyikan. Besok, Inggris dan Prancis akan bertemu dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama ingin menutup turnamen dengan hasil terbaik setelah gagal melangkah ke final.
Di Indonesia, tentu banyak yang mendukung Inggris. Tidak sedikit pula yang menjagokan Prancis. Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam dunia sepak bola. Justru di situlah letak keindahan olahraga ini. Kita bebas mendukung tim favorit tanpa harus saling bermusuhan.
Namun, ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian.
Ketika Sepak Bola Tidak Lagi Sekadar Hiburan
Di balik meriahnya pertandingan, masih ada orang-orang yang menjadikan setiap laga sebagai kesempatan untuk berjudi. Bukan lagi menikmati permainan, tetapi sibuk menghitung untung dan rugi dari hasil pertandingan.
Inilah yang patut kita renungkan.
Bagi orang yang telah terbiasa dengan perjudian, hampir segala sesuatu bisa dijadikan taruhan. Bukan hanya pertandingan sepak bola, tetapi juga berbagai peristiwa lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan perjudian.
Padahal, sepak bola diciptakan untuk dinikmati sebagai olahraga, hiburan, dan sarana mempererat persaudaraan antarmanusia.
Judi Online Masih Menjadi Masalah Serius
Kita tentu sering mendengar bagaimana judi online telah menimbulkan banyak persoalan di Indonesia. Tidak sedikit orang yang kehilangan tabungan, terlilit utang, merusak hubungan keluarga, bahkan terjerat tindak kriminal karena ingin menutup kerugian akibat berjudi.
Apa yang awalnya dianggap hanya "coba-coba" atau "sekadar iseng" dapat berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Karena itu, setiap momentum besar seperti Piala Dunia seharusnya menjadi pengingat agar kita semakin berhati-hati, bukan malah ikut terbawa arus yang salah.
Sebagai Muslim, Kita Memiliki Tanggung Jawab untuk Saling Mengingatkan
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran: 104)
Mengajak kepada kebaikan memang tidak selalu mudah. Terkadang nasihat kita tidak langsung diterima. Bahkan mungkin ada yang menganggapnya berlebihan.
Namun, bukan berarti kita berhenti mengingatkan.
Selama dilakukan dengan cara yang santun, penuh hikmah, dan tanpa merendahkan orang lain, insyaAllah nasihat itu akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah.
Setidaknya, kelak ketika kita dimintai pertanggungjawaban, kita telah berusaha menjalankan kewajiban amar makruf nahi mungkar sesuai kemampuan kita.
Mari Nikmati Sepak Bola dengan Cara yang Baik
Mari kita jadikan pertandingan Inggris vs Prancis sebagai tontonan yang menyenangkan. Dukung tim favoritmu dengan sportif, hormati pendukung tim lain, dan jangan biarkan euforia pertandingan menyeret kita kepada sesuatu yang dilarang oleh Allah.
Semoga Allah menjaga hati kita dari godaan maksiat, menjaga keluarga kita dari bahaya judi dalam bentuk apa pun, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan.
Karena kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya ketika tim favorit kita menang di lapangan, tetapi ketika kita mampu menjaga iman dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang mengundang murka Allah.
Bagaimana menurutmu? Apakah sepak bola saat ini masih murni menjadi hiburan, atau justru semakin sering dimanfaatkan sebagai sarana perjudian? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar dengan tetap menjaga adab dan saling menghormati.

Komentar
Posting Komentar