Cerita • Perjalanan • Puisi

Kepada Anakku Tersayang Part 14

 Selasa, 24 Oktober 2023

Aisyah, anak Abi yang sholehah... Saat Abi kembali duduk merangkai kata dalam postingan blog ini, engkau sekarang sudah resmi melangkah masuk ke usia 19 bulan, Nak. Rasanya baru baru kemarin Abi menemani Umimu berjuang di klinik Bidan Anri untuk menunggu detik-detik kelahiranmu ke dunia. Namun kini, tanpa Abi sadari, engkau tahu-tahu sudah tumbuh menjadi anak perempuan yang besar dan menggemaskan.

Satu hal yang paling membuat Abi bersyukur di usiamu yang sekarang adalah engkau tumbuh menjadi anak yang sangat pengertian dan peka terhadap kondisi sekitar, Nak.

"Setiap kali engkau mendengar suara Abi atau Umi terbatuk di dalam rumah, lisan mungilmu akan langsung mengucap kata 'Num...' (minum), lalu dengan sigap kedua tangan kecilmu akan bergerak mengambilkan botol atau gelas minum untuk kami. Begitu pula saat engkau melihat Abi sedang megap-megap kepedasan sehabis makan, engkau akan langsung berlari mencarikan air minum untuk Abi."

Hebatnya lagi, jika engkau tidak sengaja menumpahkan air di lantai, engkau tidak lagi menangis ketakutan. Engkau justru akan langsung bergegas mencari kain lap untuk membersihkan sendiri sisa tumpukan air tersebut. Abi sungguh merasa bangga dan terenyuh melihat perkembangan karaktermu ini, Nak.


Fase Mirroring: Menjadi Bayi Imut Peniru Ulung Aktivitas Domestik

Di usia 19 bulan ini, engkau juga sedang berada di puncak fase meniru (mirroring). Apa saja jenis aktivitas fisik yang sedang dikerjakan oleh Abi dan Umi di dalam rumah, engkau pasti akan langsung datang dan ikut-ikutan nimbrung di sebelah kami.

Daftar Kesibukan Dek Aisyah di Rumah:
- Membantu Umi   : Ikut sibuk memegang pakaian saat Umi sedang menjemur kain di belakang.
- Membantu Abi   : Ikut memegang selang saat Abi menyiram tanaman (walau ujungnya murni untuk main air).
- Sapu Rumah     : Selalu ikut menyapu, bahkan sapu yang sedang Abi pegang sering mau direbut.
- Setrika Kain   : Ikut merapat di samping meja setrikaan karena penasaran dengan aktivitas Umi.

Melihat tingkah polahmu yang selalu ingin terlibat dalam segala urusan domestik itu membuatmu terlihat sangat imut dan lucu di mata kami. Jika Allah SWT mengizinkan dan memberikan umur yang berkah, Abi ingin sekali terus mendampingimu hingga engkau tumbuh menjadi wanita dewasa yang mandiri kelak, Nak.


Drama Tumbuh Gigi dan Solusi Pembagian Porsi Makan 30:70

Namun, perjalanan di usia 19 bulan ini tidak melulu berisi cerita lucu, Nak. Kami sempat dihampiri rasa cemas yang lumayan menyita pikiran saat melakukan sesi konsultasi berkala dengan dokter spesialis anak kemarin. Dokter menjelaskan bahwa meskipun berat badanmu masih dikategorikan masuk dalam batas normal, namun posisinya sudah berada di garis paling bawah kurva pertumbuhan.

Seketika itu juga Abi dan Umi dirundung rasa khawatir yang teramat sangat. Kami takut jika tubuh kecilmu sampai kekurangan asupan gizi, protein, dan zat-zat esensial lainnya. Apalagi kala itu engkau memang sedang melakukan aksi Gerakan Tutup Mulut (GTM) alias sama sekali tidak mau menyentuh makanan.

Merespons kendala tersebut, dokter kemudian memberikan saran medis yang sangat tegas. Beliau menginstruksikan kami untuk mulai membagi porsi antara pemberian ASI dan makanan padat dengan rasio 30:70. Dokter menekankan bahwa di usiamu yang sekarang, kebutuhan pemenuhan nutrisi utamamu bukan lagi bersumber dari ASI, melainkan murni dari asupan makanannya.

Sepulang dari klinik dokter, engkau ternyata masih sempat melanjutkan drama mogok makan tersebut untuk beberapa hari. Belakangan baru kami ketahui bahwa penyebab utamanya adalah karena engkau sedang dalam proses tumbuh gigi baru. Alhamdulillah, begitu drama tumbuh giginya selesai dan rasa perih di gusi berangsur reda, engkau langsung kembali makan dengan sangat lahap. Abi langsung mengucap syukur kepada Allah, karena sekarang engkau bisa kembali mengejar ketertinggalan porsi berat badanmu yang sempat menyusut kemarin.


Tiga Menu Penyelamat dan Impian Makan Pedas Bersama Abi

Dalam proses pemulihan berat badan ini, Abi dan Umi akhirnya berhasil memetakan tiga jenis menu makanan yang menjadi kecintaan dan favorit utamamu. Engkau ternyata sangat menyukai sayur japan (labu siam). Setiap kali Umimu memasak sayur japan di dapur, bisa dipastikan porsi makanmu akan melonjak banyak dari biasanya.

Selain sayur japan, engkau juga sangat lahap jika disajikan telur rebus dan ikan lele goreng. Tiga makanan inilah yang kini menjadi senjata andalan Umi di dapur untuk mendongkrak timbanganmu.

Saat melihatmu lahap makan, di dalam hati kecil Abi sering kali berbisik: Abi sudah sangat tidak sabar menantikan momen di mana engkau sudah mulai pandai mengonsumsi makanan pedas. Abi ingin sekali kelak kita bisa duduk di satu meja yang sama, menyantap menu makanan yang sama, dengan selera pedas yang selaras dengan selera Abi.

Sehat-sehat terus ya, Anakku Aisyah. Ketahuilah bahwa Abi dan Umi teramat sangat menyayangi dirimu di atas segala-galanya. Salam hangat dan peluk cium penuh cinta dari kami berdua untukmu.


Pekanbaru, 24 Oktober 2023

Oleh: Abi Aisyah

Komentar

Posting Komentar