Minggu, 14 Juli 2024
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sudah lama sekali rasanya Abi tidak menulis tentangmu, Nak. Setelah aku cek kembali arsip di blog ini, terakhir kali Abi memposting tulisan khusus untukmu adalah bulan Oktober tahun lalu. Waktu benar-benar berjalan begitu cepat tanpa kita sadari. Delapan bulan lebih telah berlalu, dan sekarang kamu sudah tumbuh menjadi balita mungil yang berumur dua tahun jalan tiga bulan.
Melihatmu tumbuh dari hari ke hari adalah sebuah keajaiban kecil yang tak henti-hentinya membuat Abi mengucap kata MasyaAllah. Setiap kali pulang ke rumah atau sekadar duduk memperhatikannya di kala senggang, Abi selalu dibuat bangga dan takjub oleh perkembanganmu yang luar biasa pesat, Nak.
Kegigihan Umi dan Kreativitas Tanpa Batas di Rumah
Di balik pintarnya kamu hari ini, ada sosok luar biasa yang dengan penuh kesabaran menemanimu setiap detik. Ya, setiap hari kamu belajar dan bermain bersama Umimu. Kadang-kadang, saat Abi sedang berada di tempat kerja dan sibuk dengan urusan sekolah, Umi sering mengirimkan video pendek yang merekam perkembangan terbarumu. Menonton video-video itu di sela-sela kesibukan kerja selalu berhasil menjadi obat lelah yang paling ampuh buat Abi.
Abi benar-benar takjub dan hormat dengan kegigihan Umimu dalam mendidikmu. Umimu tidak pernah kehabisan ide untuk membuatmu pintar. Tanpa harus membeli mainan mahal, Umi memanfaatkan kreativitasnya dengan menyulap barang-barang di sekitar rumah menjadi media belajar yang seru. Umi membuatkanmu berbagai macam permainan edukatif dari kardus bekas dan botol minum plastik yang sudah tidak terpakai.
Ada puzzle dari kardus bekas yang melatih ketangkasan jemari kecilmu, labirin kardus yang melatih logika berfikirmu, hingga permainan membuka dan menutup botol yang melatih motorikmu. Tidak hanya itu, Umi juga membelikanmu beberapa pewarna ramah anak agar kamu bisa mulai belajar mengenal warna dan mengekspresikan diri lewat coretan-coretan kreatif. Sungguh, melihat kolaborasi belajar antara kamu dan Umi di rumah adalah pemandangan paling indah yang Abi miliki.
Cerdasnya Anak Abi di Usia Dua Tahun
Berkat bimbingan intensif dari Umi, di usiamu yang baru dua tahun lebih sedikit ini, kamu sudah menguasai banyak hal yang membuat Abi geleng-geleng kepala karena bangga. Sekarang, kamu sudah bisa menghitung angka satu sampai dengan lima secara berurutan. Tidak hanya angka, kamu juga sudah mulai mengenal dasar-dasar agama lewat huruf hijaiyah, bahkan sudah hafal dari huruf Alif sampai dengan huruf Ja. Untuk huruf latin, kamu pun sudah memahami dan bisa membedakan huruf vokal AIUEO dengan sangat baik. Setiap kali diminta menebak warna, kamu hampir selalu bisa menyebutkan nama warna tersebut dengan benar.
Yang paling menggemaskan adalah kemampuan sosialmu yang semakin terasah. Kamu sekarang sudah tahu dan bisa menyebutkan nama-nama anggota keluarga besar kita dengan tepat. Kamu sudah kenal siapa Abi, Umi, Oma, Opa, Nenek, Atuk, Pak Cik, Pak Ngah, Pak Usu, Uncu, Umayi, hingga Om Nando. Satu-satunya yang agak unik adalah Wak Dul. Karena Umimu belum sempat memberi tahu nama aslinya kepadamu, sampai sekarang kamu hanya memanggilnya dengan sebutan Wak Dul saja.
Walaupun artikulasi atau pelafalan beberapa huruf darimu belum terlalu tepat and kadang masih terdengar cadel, Abi sudah bisa mengerti dengan jelas apa yang ingin kamu ucapkan, Nak. Sekarang, Abi sudah bisa mengobrol agak panjang denganmu. Rasanya asyik sekali! Apalagi saat ini kamu sedang berada di fase hobi-hobinya ngoceh. Mulut mungilmu itu rasanya tidak pernah berhenti berbicara, menceritakan apa saja yang ada di imajinasi kecilmu dengan penuh semangat.
Refleksi Diri Abi dan Umi: Belajar Mengendalikan Emosi
Nak, lewat tulisan ini, Abi juga ingin menyampaikan sebuah pengakuan jujur. Maafkan Abi dan Umimu yang sampai saat ini masih terus belajar untuk mengendalikan emosi dan amarah kami. Kami berdua hanyalah manusia biasa yang tak luput dari rasa lelah. Terkadang, dalam beberapa kondisi yang melelahkan, kami tidak sengaja memarahimu, bahkan hingga mengeluarkan suara bentakan di depanmu. Maafkan kami ya, Nak.
"Setiap kali hal itu telanjur terjadi, ada rasa sesal yang luar biasa mendalam di dalam dada Abi. Abi pernah membaca sebuah artikel ilmiah tentang ilmu parenting yang menjelaskan bahwa seorang anak yang sering dibentak, pertumbuhan beberapa jaringan saraf di otaknya bisa terganggu atau bahkan memutuskan perkembangannya. Abi sangat takut hal buruk itu terjadi padamu, Nak. Bentakan kami bukanlah karena kami tidak sayang, melainkan karena kelemahan kami dalam mengelola emosi. Kami berjanji akan terus belajar menjadi orang tua yang lebih sabar dan lembut dalam mendidikmu."
Melewati Fase Golden Age dan Tantangan Toilet Training
Di usia emas atau "Golden Age" kamu saat ini, Abi menyadari betul bahwa setiap detik bersamamu adalah momen yang sangat krusial. Usia ini adalah masa penentu yang membentuk karakter, mental, dan kepribadianmu di masa depan. Oleh karena itu, Abi akan selalu berusaha meluangkan waktu untuk hadir di dekatmu, menemani hari-hari bermainmu, dan memastikan kamu tidak kehilangan figur seorang ayah dalam proses tumbuh kembangmu.
Oiya, saat ini kamu juga sedang melewati fase penting lainnya, yaitu "toilet training". Abi dan Umi sedang bersemangat mengajarimu bagaimana caranya memberikan sinyal jika ingin buang air kecil (pee) atau buang air besar (pup). Kami membiasakanmu untuk langsung menuju ke kamar mandi dan tidak lagi melakukannya di sembarang tempat.
Untuk mendukung proses belajar ini, kami juga sudah mulai mengurangi penggunaan popok sekali pakai atau diapers untukmu agar kamu terbiasa dengan sensasi alaminya. Ini tidak mudah dan butuh ketelatenan, tapi melihat usahamu yang ikut belajar, Abi yakin kamu pasti bisa melakukannya dengan hebat, Nak.
Tantangan besar lainnya yang berhasil kita lewati bersama adalah proses menyapih. Tepat saat umurmu menginjak dua tahun, Umi memutuskan untuk menghentikan pemberian ASI kepadamu. Luar biasanya, sebulan sebelum hari penyapihan tiba, Umi sudah melatih mentalmu secara perlahan melalui teknik thriving. Berkat persiapan matang dari Umi, proses melepas ASI ternyata berjalan dengan sangat mudah dan tanpa drama tangisan yang berkepanjangan.
Nah, target utama Abi dan Umi sekarang adalah menaikkan bobot tubuhmu, Nak. Jika dilihat dari buku grafik perkembangan anak, berat badanmu saat ini memang masih berada di dalam garis hijau alias normal, tetapi posisinya berada di range paling bawah. Untungnya, Alhamdulillah, akhir-akhir ini selera makanmu sedang sangat bagus-bagusnya. Segala macam makanan yang dimasak Umi selalu kamu lahap dengan gembira, dan ini membuat hati kami sangat lega.
Untaian Doa dan Mimpi Seorang Abi
Harapan Abi dan Umi untuk masa depanmu masih selalu sama dan tidak akan pernah berubah, Nak. Abi ingin melihatmu tumbuh menjadi seorang gadis yang sholehah, memiliki akhlak yang baik, pintar, cerdas, dan hidupnya bisa menjadi sumber kebanggaan serta aliran pahala bagi Abi dan Umi.
Di dalam hati kecil Abi, Abi masih menyimpan sebuah mimpi yang indah untukmu. Abi bermimpi kelak kamu bisa tumbuh menjadi seorang dokter yang hebat. Sebuah profesi mulia di mana kamu bisa menyembuhkan orang sakit dan memberikan manfaat nyata bagi orang banyak. Namun, bukan sekadar dokter biasa, Abi bermimpi kamu menjadi seorang dokter yang juga seorang Hafidz Qur'an—seorang penjaga ayat-ayat Allah yang berhati mulia.
Semoga rentetan doa dan harapan yang Abi tulis di blog ini bisa kamu wujudkan suatu hari nanti ya, Nak. Bertahun-tahun dari sekarang, ketika kamu sudah tumbuh dewasa dan bisa membaca tulisan Abi ini, kamu akan tahu dan mengerti betapa besarnya rasa sayang, cinta, dan pengorbanan yang kami miliki untukmu sejak kamu masih sekecil ini.
Love you banyak-banyak, Nak.
Salam sayang terdalam dari dua orang yang paling mencintaimu di dunia,
Abi dan Umi
Oleh : Prima Eko Putra
Komentar
Posting Komentar