Minggu, 26 Januari 2025
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Anakku tercinta, Aisyah. Sudah lama sekali rasanya Abi tidak menggoreskan kata-kata tentangmu di sini, Nak. Waktu berjalan tanpa pernah menunggu kita, dan tanpa terasa sekarang kamu sudah menginjak umur kurang lebih dua tahun sembilan bulan. Sebentar lagi, dalam hitungan bulan, usiamu akan genap menyentuh angka tiga tahun. Ada satu kabar bahagia sekaligus haru yang ingin Abi abadikan dalam tulisan ini: Sayang, sekarang kamu sedang kami latih dan persiapkan secara perlahan untuk menjadi seorang kakak, karena saat ini Umimu sedang mengandung adikmu.
Melihatmu bersiap menyambut kehadiran anggota keluarga baru adalah momen yang luar biasa bagi Abi. Abi sangat bangga denganmu, Nak. Di usiamu yang hampir tiga tahun ini, kamu sudah bisa kami ajak mengobrol dan bertukar cerita tentang banyak hal. Kamu adalah anak yang sangat cepat belajar, adaptif, dan memiliki ingatan yang luar biasa kuat. Abi bisa merasakan bahwa daya ingatmu yang tajam ini adalah sebuah bakat dan anugerah istimewa dari Allah SWT. Doa Abi selalu sama, semoga kelak dengan modal ingatanmu yang kuat itu, kamu bisa menggunakannya untuk menghafalkan bait-bait suci Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah dengan sangat baik.
Belajar Bersama Menghadapi Fase Tantrum
Nak, lewat catatan harian ini, Abi juga ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus dari lubuk hati terdalam. Maafkan Abi kalau akhir-akhir ini Abi sering kehilangan kesabaran dan memarahimu. Jujur, Abi masih terus belajar dan belum sepenuhnya terbiasa dalam menghadapi fase tantrummu yang kerap datang tiba-tiba.
"Abi menyadari, sebagai balita yang sedang bertumbuh, kamu berada di sebuah fase perkembangan di mana kamu sebenarnya memiliki banyak rasa dan emosi di dalam dada, namun belum bisa betul-betul mengutarakan perasaan itu lewat untaian kata yang tepat. Akibat keterbatasan komunikasi itu, caramu meluapkan emosi adalah dengan melakukan tindakan-tindakan tantrum untuk mencari perhatian dari Abi dan Umi. Kalau orang Melayu sering bilang, kamu sedang berada di fase 'melo' atau 'mengkek'—sebuah istilah yang menggambarkan sifat manja, sensitif, dan mudah merajuk karena ingin selalu dimengerti. Abi berjanji akan terus belajar memperluas rasa sabar ini agar bisa membimbingmu melewati masa-masa emosional ini dengan penuh kasih sayang tanpa bentakan."
Perisai Cinta Seorang Ayah
Aisyah, anakku sayang. Kamu adalah belahan jiwa Abi. Jikalau suatu hari nanti ada orang lain atau lingkungan di luar sana yang berani menyakitimu, tolong bantu Abi untuk bisa menahan emosi agar tidak melakukan hal-hal yang di luar batas. Rasa cinta seorang ayah terkadang bisa menjadi begitu protektif, karena Abi benar-benar tidak akan pernah sanggup melihat putri kecil Abi terluka atau disakiti oleh siapa pun.
Kamu tumbuh dan dibesarkan di dalam rumah ini dengan limpahan cinta yang penuh dari Abi and Umi. Harapan besar Abi, semoga limpahan kasih sayang yang kamu terima sejak kecil ini bisa membentuk karaktermu menjadi jiwa yang hangat. Abi ingin kamu bisa menebar cinta, kedamaian, dan kebaikan di mana pun kamu menginjakkan kaki kelak. Ketika kamu sudah besar dan bisa membaca tulisan Abi ini nanti, kamu akan paham betapa besarnya ruang yang kamu miliki di hati Abi, dan betapa tinggi harapan yang Abi gantungkan untuk masa depanmu.
Mengarahkan Energi Kinestetik yang Melimpah
Selain cerdas, kamu juga tumbuh menjadi anak yang sangat aktif dan tidak bisa diam. Abi melihat ini sebagai sebuah potensi besar. Ke depannya, mungkin Abi akan mulai mengarahkanmu ke berbagai kegiatan positif yang bisa mewadahi dan mengembangkan kecerdasan kinestetikmu. Sifat aktifmu ini ternyata memancing memori lama keluarga kita. Kata Omamu, setiap kali melihat tingkah lakumu yang aktif bergerak ke sana kemari tanpa lelah, Oma selalu teringat bagaimana aktifnya Abi sewaktu kecil dulu.
Rupanya, energi melimpah dan sifat tidak bisa diam itu menurun langsung dari Abi kepadamu, Sayang. Mengetahui fakta itu membuat Abi tersenyam sendiri. Selama itu digunakan untuk mengeksplorasi hal-hal baru, semua keaktifanmu itu masih berada dalam batas yang sangat wajar. Abi hanya bisa berdoa, semoga tragedi-tragedi kecil akibat terlalu aktif yang pernah Abi alami di masa kecil dulu tidak perlu terulang kembali padamu, Nak. Tetaplah menjadi anak yang ceria dan penuh energi.
Ketahuilah, Nak, sampai kapan pun dan dalam kondisi apa pun, Abi dan Umi akan selalu menyayangi Aisyah dengan porsi cinta yang tidak akan pernah berkurang sedikit pun. Terima kasih sudah hadir dan mewarnai hidup kami menjadi jauh lebih indah.
Salam sayang terdalam,
Abi
Oleh : Prima Eko Putra
Hai, Aisyah... salam hangat dari Malang. Semoga kamu menjadi anak yang bahagia
BalasHapusWah, makasih Tante Poppy, dan terima kasih doanya untuk Aisyah
Hapus