Ini lanjutan dari postingan sebelumnya
Rihlah Guru Al Kindi ke Sumatera Barat: Perjalanan, Kebersamaan, dan Banyak Cerita (Bagian I)
Senin, 24 Agustus 2026
Pagi itu sekitar pukul 04.50, kami bangun untuk melaksanakan sholat Subuh.
Setelah sholat, beberapa ustadz keluar untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Saat kami berjalan di pagi hari, ternyata ada juga rombongan lain yang sepertinya rombongan mahasiswa. Mereka sedang bersiap-siap untuk melakukan senam pagi di kawasan villa tempat kami menginap.
Suasananya cukup ramai.
Maklum saja, setelah dua hari perjalanan, pagi itu kami justru sudah bertemu dengan rombongan lain yang sudah siap beraktivitas.
Menikmati Pagi di Puncak Anai
Sekitar pukul 07.20, kami sarapan pagi.
Kemudian sekitar pukul 08.00, kami naik odong-odong yang merupakan bagian dari paket penginapan. Kendaraan tersebut membawa kami menuju Puncak Anai yang berada di atas kawasan penginapan.
Sampai di sana, aku tentu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.
Aku langsung mencoba flying fox.
Ternyata hanya beberapa ustadz yang berani mencoba, sementara yang lainnya memilih menikmati suasana dan berfoto-foto.
Setelah puas menikmati Puncak Anai, kami kemudian dibawa turun menuju Pemandian Tirta Alami yang berada di bawah kawasan penginapan.
Di sana kami mandi dan bermain air.
Airnya jernih dan suasananya juga cukup menyenangkan.
Dan tentu saja, ada satu makanan yang sepertinya hampir selalu muncul setiap kali kami pergi ke tempat pemandian:
Pop Mie. 😂
Entah kenapa, Pop Mie seperti sudah menjadi makanan wajib ketika berada di tempat-tempat pemandian.
Bergegas Meninggalkan Penginapan
Sekitar pukul 10.40, hampir pukul 11.00, kami baru kembali sampai di penginapan.
Kami harus segera bergegas karena pukul 12.00 sudah harus keluar dari penginapan.
Setelah semua selesai berkemas, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Tujuan berikutnya adalah Jam Gadang, Bukittinggi.
Rasanya kurang lengkap kalau pergi ke Sumatera Barat tetapi tidak mampir ke Jam Gadang.
Apalagi kalau bukan untuk berbelanja oleh-oleh. 😄
Sekitar pukul 16.10, kami akhirnya sampai di kawasan Jam Gadang.
Suasana di sana cukup ramai.
Aku pun mulai mencari oleh-oleh untuk keluarga.
Kali ini aku membeli baju untuk anak-anakku, Aisyah dan Ali.
Untuk oleh-oleh sanjai, aku tidak membelinya karena kata istriku sudah terlalu sering membawa pulang sanjai.
Jadi kali ini cukup baju saja.
Setelah puas menikmati suasana Jam Gadang dan berbelanja, kami kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Pekanbaru.
Namun, perjalanan belum langsung pulang begitu saja.
Kami sempat mampir sebentar di Sanjai Anduang.
Aku turun dari kendaraan, tetapi tidak membeli apa-apa lagi. Hanya melihat-lihat sebentar.
Maklum, oleh-oleh sudah cukup. 😄
Perjalanan Pulang Menuju Pekanbaru
Malam semakin larut.
Energi kami yang sejak awal perjalanan begitu penuh kini sudah hampir habis.
Kalau saat berangkat suasana di dalam mobil sangat ramai dengan candaan dan cerita, perjalanan pulang kali ini terasa jauh lebih tenang.
Bukan karena sudah tidak ada cerita.
Tetapi sepertinya semua sudah mulai kehabisan tenaga.
Sekitar pukul 01.00 dini hari, kami sempat berhenti untuk beristirahat di sebuah masjid musafir.
Supir kami sudah mulai mengantuk, sehingga kami memutuskan untuk berhenti sejenak. Keselamatan tentu lebih penting daripada memaksakan perjalanan.
Setelah beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan.
Suasana di dalam mobil semakin hening.
Sebagian mulai tidur, sebagian hanya diam menikmati perjalanan.
Dan akhirnya...
Sekitar pukul 03.00 dini hari, Selasa 25 Agustus 2026, kami sampai kembali di Sekolah Al Kindi tercinta.
Alhamdulillah.
Perjalanan yang dimulai dari Pekanbaru, menyusuri jalan panjang menuju Sumatera Barat, menikmati alam, bermain bersama, tertawa, lelah, bahkan mengalami beberapa kejadian kecil di perjalanan, akhirnya selesai juga.
Sampai Jumpa di Perjalanan Berikutnya
Begitulah perjalanan rihlah kami kali ini.
Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat indah di Sumatera Barat.
Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, menikmati kebersamaan bersama rekan-rekan guru, dan mengisi kembali energi setelah satu tahun bekerja dan mendidik anak-anak.
Terima kasih kepada Yayasan Al Fatih Pekanbaru yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menikmati perjalanan ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para guru.
Banyak cerita yang kami bawa pulang.
Banyak foto yang tersimpan.
Dan tentu saja, banyak kenangan yang akan menjadi cerita untuk kami ceritakan kembali di kemudian hari.
Alhamdulillah, sampai jumpa di perjalanan berikutnya.
Next trip, insya Allah! 😄🚌🏔️

Masya Allah
BalasHapus