Cerita • Perjalanan • Puisi

Petuah Bapak: Catatan tentang Dampak Begadang dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Masa Tua

Jumat, 18 September 2015

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Setiap kali pulang ke rumah dan menyempatkan diri untuk duduk bersanding bersama Bapak, biasanya beliau selalu melontarkan untaian petuah-petuah bijak. Uniknya, nasihat yang keluar dari lisan beliau sering kali memuat hal-hal mendalam yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terikirkan olehku. Sisi kehangatan dan barisan petuah itulah yang selalu berhasil memicu rasa rindu mendalam untuk kembali pulang ke rumah.

Salah satu wejangan berharga yang beliau sampaikan beberapa waktu lalu membekas kuat di dalam ingatan saya. Okay, check this out...

"Mase mude ni, jage baik-baik kesehatan, jangan selalu begadang. Bile tue nanti susah jikalau anak same bini pulak yang harus merawat kite."

Investasi Kesehatan Masa Tua: Dampak Jangka Panjang Kebiasaan Begadang

Ya, kurang lebih secara harfiah seperti itulah bunyi petuah dari beliau. Kalian semua pasti paham betul kan apa makna dan esensi terdalam yang terkandung di dalamnya? Dampak buruk dari kebiasaan begadang malam memang sama sekali tidak akan langsung kita rasakan saat ini, di kala fisik masih bugar dan metabolisme tubuh masih kuat. Namun, efek negatif itu baru akan menagih bayarannya nanti ketika kita sudah memasuki usia tua.

Masa tua yang seharusnya bisa kita optimalkan untuk menjadi sosok kepala keluarga yang diandalkan dalam melindungi dan merawat anak istri, justru bisa berbalik menjadi bumerang. Akibat kelalaian di masa muda, bisa jadi nantinya malah kita yang merepotkan dan harus dirawat penuh oleh anak dan istri kita sendiri. Sebuah tamparan logika yang sangat logis dan visioner dari seorang Bapak.

Sayangnya, apa yang kerap aku lakukan di realitas harian saat ini masih sangat jauh dari apa yang Bapak harapkan. Aku memang tergolong anak yang nakal, tapi syukurnya tidak nakal-nakal amat, hehe. Statusku saat ini yang harus hidup merantau jauh dari orang tua demi menuntut ilmu di bangku perkuliahan membuatku harus menetap di rumah kosan. Tanpa adanya pengawasan langsung dari orang tua, aku sering kali lepas kendali: pulang larut malam dan menjadikan begadang sebagai rutinitas harian.

Hukum Tabur Tuai: Mengubah Kebiasaan Buruk dari Akar Niat

Gaya hidupku sekarang memang sangat berseberangan dengan apa yang Bapak harapkan. Memang benar, saat ini rasa sakit atau dampak klinisnya belum terlihat sama sekali. Namun kelak, seiring bertambahnya angka usia dan umur, barulah semua tabungan kebiasaan buruk di masa muda ini akan terasa efeknya di badan. Realitas ini persis seperti bunyi sebuah pepatah bijak yang sangat populer: "Apa yang kalian tanam, itulah yang akan kalian semai."

Jika benih yang kita tanam sejak muda adalah rangkaian kebaikan dan pola hidup yang sehat, maka buah manis kebaikan pulalah yang nantinya akan kita tuai di masa depan, begitu pula berlaku untuk hal yang sebaliknya. Jujur, ada keinginan yang sangat besar di dalam lubuk hatiku untuk segera merombak dan mengubah kebiasaan buruk begadang ini.

Namun, apalah daya segala resolusi dan rencana hanya akan berakhir menjadi wacana kosong jika tidak diiringi dengan pondasi niat yang bulat dan kuat dari dalam diri untuk mengeksekusi perubahan tersebut. Melalui tulisan reflektif ini, aku berharap dan berkomitmen agar perlahan bisa membenahi pola hidupku menjadi lebih disiplin demi masa depan.

Nah, mungkin itu saja catatan ringkas untuk petuah bagian pertama. Untaian petuah-petuah berharga dari Bapak selanjutnya akan segera menyusul pada postingan berikutnya.

Salam hangat dari anak rantau,
Blank

Komentar

Posting Komentar