Cerita • Perjalanan • Puisi

Menggenggam Proses Perubahan: Catatan Jujur Memperbaiki Diri dan Menemukan Passion Menulis

Komitmen untuk melangkah menjadi pribadi yang lebih baik bukanlah sebuah kompetisi instan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan evaluasi diri. Memasuki tahun 2016 ini, aku terus berikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk merealisasikan resolusi yang telah kususun, yaitu memperbaiki kualitas diri dan mendekatkan diri kepada hal-hal positif.

Pada dasarnya, setiap manusia pasti mendambakan perubahan ke arah yang lebih baik dalam hidupnya. Sayangnya, tidak banyak dari kita yang benar-benar sadar, lalu mengambil langkah nyata dan konsisten untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan lama tersebut.

Perjuangan Menaklukkan Kebiasaan Lama: Slow but Sure

Sebuah perubahan besar selalu dimulai dari transisi kecil yang konsisten. Sadar akan banyaknya kekurangan di masa lalu, aku mulai mencoba berbenah secara perlahan namun pasti:

  • Memperbaiki Pola Istirahat: Dari yang dulunya sangat gemar begadang hingga larut malam, kini pelan-pelan mulai kukurangi setelah merasakan sendiri dampak buruknya bagi kesehatan fisik dan produktivitas harian.

  • Menjaga Konsistensi Ibadah: Dari yang dulunya ibadah salat masih sering bolong-bolong akibat kelalaian, sekarang fokus utamaku adalah mencoba menutup celah tersebut agar bisa lebih tertib dan istikamah.

  • Menghidupkan Puasa Sunah: Mencoba merutinkan kembali ibadah puasa sunah. Selain memiliki manfaat yang sangat luar biasa untuk menjaga kesehatan tubuh, puasa juga menjadi perisai terbaik untuk melatih diri dalam menahan hawa nafsu.

  • Mendekatkan Diri dengan Al-Qur'an: Jika di masa lalu intensitas membaca Al-Qur'an terbilang jarang, tahun ini aku mematok target mulia untuk bisa khatam Al-Qur'an. Semoga Allah mudahkan tekad ini.

  • Manajemen Amarah: Menyadari bahwa sifat temperamental atau mudah emosian adalah celah yang disenangi setan, perlahan aku belajar untuk menahan diri dan meredam ego saat amarah mulai memancing pikiran.

Satu hal penting yang kupelajari dari proses ini adalah bahwa perubahan watak dan kebiasaan tidak bisa terjadi dalam kedipan mata. Semua butuh proses penyesuaian yang berdarah-darah. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi orang baik, karena kualitas diri tidak bisa didapatkan dengan cara "mencontek" hasil akhir orang lain.

Menemukan Kedamaian dalam Dunia Literasi dan Seni

Di tengah proses hijrah kebiasaan ini, aku juga menemukan sebuah ruang baru untuk berekspresi, yaitu dunia tulis-menulis dan seni coretan.

Saat ini, aku sedang menikmati proses mengembangkan hobi menulis di blog, merangkai bait-bait puisi, menyusun cerita pendek (cerpen), hingga mulai tertantang untuk mencoba membuat karya tulis ilmiah. Di samping itu, jemari ini juga sedang senang-senangnya mencoret-coret kertas untuk membuat gambar.

Bagi sebagian orang, aktivitas yang kulakukan ini mungkin terlihat acak dan kurang fokus pada satu bidang. Namun, aku sangat menikmati setiap prosesnya. Persis seperti kata pepatah bijak: "Jika kita melakukan hal yang benar-benar kita sukai, maka kita akan mengerjakannya dengan penuh keikhlasan tanpa merasa terbebani."

Perjalanan membenahi diri ini masih sangat panjang. Harapan terbesarku adalah semoga hati ini senantiasa diteguhkan, serta dijauhkan dari segala bentuk pengaruh lingkungan yang bisa menarikku kembali ke lingkaran kebiasaan buruk di masa lalu.

Pekanbaru, 20 Februari 2016

Oleh: Prima Eko Putra (Blank's Stories)

Komentar

Posting Komentar