Akhir-akhir ini, kondisi kesehatan tubuhku terasa sering sekali menurun. Mulai dari terserang demam, batuk, pilek, sakit kepala, hingga sakit punggung dan tulang-tulang yang terasa linu berderit. Kondisi ini membuat aku merenung: apakah ini karena pengaruh cuaca yang sedang ekstrem, atau memang murni karena kelalaianku sendiri yang tidak pandai menjaga kesehatan tubuh?
Setelah melakukan evaluasi personal, ternyata ada banyak faktor saling berkaitan yang menjadi pemicu ambruknya pertahanan imun tubuhku. Mari kita bedah satu per satu beberapa kebiasaan dan kondisi yang sering kali kita sepelekan ini:
1. Kebiasaan Begadang
Sebagai orang yang memiliki kesulitan untuk tidur cepat di malam hari, begadang sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun akhir-akhir ini, aku mulai memaksa diri untuk membiasakan rutinitas baru, yaitu tidur lebih awal karena sudah merasakan sendiri dampak buruknya.
Percayalah, begadang itu sama sekali tidak ada dampak baiknya bagi tubuh. Kelelahan akibat kurang tidur malam adalah pintu masuk utama bagi berbagai jenis penyakit lain untuk menyerang sistem imun kita.
2. Beban Pikiran (Stres)
Pikiran yang penuh juga menjadi sumber utama melemahnya kondisi fisik. Sekuat apa pun kita berusaha mengabaikan atau melupakan suatu masalah, alam bawah sadar kita akan tetap memikirkannya.
Uniknya, aku memiliki metode tersendiri untuk mengurai beban pikiran tersebut, yaitu dengan membawanya tidur sejenak. Entah mengapa, setiap kali pikiran sedang buntu atau jenuh karena masalah, tidur sebentar bisa membuat otakku kembali segar (fresh).
3. Faktor Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca yang sedang tidak menentu menuntut kita untuk ekstra waspada. Di saat musim hujan seperti sekarang, kita harus pintar-pintar menjaga diri agar tidak sering kehujanan. Begitu pula saat cuaca sedang terik, usahakan menggunakan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar rumah demi meminimalkan efek buruk cuaca pada fisik kita.
4. Manajemen Keuangan dan Telat Makan
Bagi kalangan anak kos, lemahnya manajemen keuangan sering kali menjadi masalah yang sangat krusial. Ketika uang saku sudah menipis sebelum tanggal jatuh tempo, urusan konsumsi pun menjadi taruhannya. Akibat kesulitan mengatur anggaran makan, pola makan menjadi tidak teratur, dan dari sinilah sumber penyakit maag atau penurunan imun bermula.
5. Faktor Kelelahan Akibat Hiperaktif
Memiliki kepribadian yang hiperaktif dan sulit untuk berdiam diri membuatku selalu ingin bergerak dan mencari aktivitas. Namun, kita tidak boleh memforsir tenaga secara berlebihan. Ingatlah bahwa tubuh memiliki hak dan batas kemampuan untuk beristirahat. Jangan menyiksa fisik demi menuruti ego kita yang ingin terus beraktivitas.
6. Melewatkan Hal-Hal Dasar (Kebiasaan Buruk)
Faktor kecil namun berdampak besar lainnya adalah sering melupakan prosedur dasar dalam beraktivitas. Contohnya seperti melakukan olahraga berat tanpa diawali dengan pemanasan yang cukup.
Belakangan ini, aku sedang senang-senangnya mencoba olahraga bouldering dan wall climbing. Olahraga ini memang sangat seru, namun jika kita abai melakukan stretching atau pemanasan di awal, efeknya seluruh otot badan akan terasa sakit dan kaku keesokan harinya. Hal ini juga berlaku untuk kebiasaan buruk lainnya yang dapat merusak organ tubuh secara perlahan.
Setiap orang pasti memiliki tantangan dan kondisi tubuh yang berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, jagalah kesehatan tubuh Anda sejak dini sebelum penyesalan itu datang di kemudian hari saat tubuh sudah terlanjur jatuh sakit.
Mungkin tulisan ini terdengar sok bijak, namun inilah refleksi nyata dari apa yang sedang kualami sendiri. Semoga Anda semua bisa mengambil pelajaran dan tetap sehat di tengah situasi apa pun. Save yourself!
Pekanbaru, 17 Februari 2016
Oleh: Prima Eko Putra (Blank's Stories)
Komentar
Posting Komentar