Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Perasaan rindu adalah salah satu misteri hati yang paling sulit untuk dikendalikan. Ia bisa datang kapan saja tanpa mengetuk pintu, memenuhi ruang pikiran, dan mendadak membuat degup jantung berirama lebih cepat. Terlebih lagi ketika rasa hangat itu terhalang oleh benteng jarak geografis yang memisahkan dua raga.
Gubahan sajak romantis polosan yang sempat kucatat beberapa waktu lalu ini adalah sebuah upaya jujur untuk menuangkan letup emosi, harapan, dan angan sederhana tentang sebuah pertemuan. Bagi siapa saja yang hatinya sedang bergejolak menahan sekat jarak, selamat merenungkan bait-bait sajak berikut ini.
Puisi Hei Kamu
Iya kamu, yang buat hati ini jadi menggebu
Hati yang menggebu, rasanya ingin bertemu
Dan memandangimu setiap waktu
Iya kamu, apakah rasa kita sama dan satu?
Rasa untuk segera bertemu
Bercanda tertawa bersama melepas rindu
Padahal hati sedang bergejolak
Bergejolak rasa ingin berteriak
Berteriak sampai dua hati ini trasa tersentak
Bayangan rasa bersama rasa sayang
Sayang ini yang tak kan hilang
Walau lalui setiap halang rintang
Kuingin kita habiskan waktu
Waktu yang datang dengan waktu
Waktu yang akan buat kita jadi merindu
Psikologi Jarak dan Makna Kesetiaan dalam Hubungan LDR
Mengapa jarak harus ada di antara dua hati yang saling menyayangi? Pertanyaan reflektif di dalam bait sajak di atas sering kali menjadi keluhan utama bagi sepasang insan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (*Long Distance Relationship*). Berada jauh dari jangkauan tatap mata dan tidak bisa menghabiskan waktu bersama secara instan tentu memicu gejolak batin tersendiri.
Namun, jika kita bersedia meniliknya dari sudut pandang yang lebih bijak, jarak sebenarnya bukan musuh yang harus dibenci. Jarak adalah kawah candradimuka yang sedang menguji kualitas rasa sayang dan komitmen itu sendiri. Rasa rindu yang menggebu dan hadirnya bayangan wajah seseorang di setiap helai aktivitas harian adalah bukti sahih bahwa perasaan yang tertanam bukanlah sebuah ilusi musiman.
Ketika waktu pertemuan yang dinanti-nantikan itu akhirnya tiba, detik demi detik yang dilewati bersama akan terasa berkali-kali lipat lebih berharga dan bermakna. Sesi bercanda, tawa lepas, dan obrolan sederhana di kala bersua akan menjelma menjadi penawar rindu yang paling ampuh, sekaligus bahan bakar baru untuk terus mempertahankan iman dan kesetiaan melewati segala halang rintang yang membentang di masa depan.
Dari sudut kamar penuh angan,
Blank
eaa
BalasHapusNgapain Sal?
Hapus