Straight to the point saja. Pernahkah kamu duduk termenung di depan selembar kertas atau layar laptop, lalu mulai mencoret-coret hitungan kasar tentang berapa sebenarnya biaya yang kamu butuhkan untuk bisa bertahan hidup dalam satu bulan?
Sebagai anak kuliahan yang sebentar lagi akan menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya, pertanyaan ini mendadak menjadi sangat krusial bagiku. Aku mencoba realistis. Aku mulai membedah satu per satu pengeluaran pokok harian dan bulanan ku selama tinggal di Pekanbaru. Dari urusan lambung, bensin motor, servis kendaraan, hingga biaya tagihan listrik yang harus dibayar.
Setelah aku hitung dengan cermat, inilah simulasi rincian anggaran bulanan versiku agar bisa tetap hidup dengan layak:
Tabel Rincian Anggaran Bulanan Minimalis (Versi Blank)
| Jenis Pengeluaran | Estimasi Biaya (Rupiah) | Keterangan / Kalkulasi |
| Sarapan Pagi | Rp150.000 | Anggaran @Rp5.000 x 30 Hari |
| Makan Siang | Rp300.000 | Anggaran @Rp10.000 x 30 Hari |
| Makan Malam | Rp300.000 | Anggaran @Rp10.000 x 30 Hari |
| Bensin (Minyak Motor) | Rp300.000 | Anggaran 1 Hari @Rp10.000 x 30 Hari |
| Servis Motor | Rp100.000 | Biaya perawatan rutin per bulan |
| Tagihan Listrik | Rp50.000 | Alokasi sebulan |
| Peralatan Mandi & Logistik | Rp75.000 | Sabun, sampo, pasta gigi, dsb |
| Pulsa Reguler | Rp20.000 | Alokasi komunikasi sebulan |
| Paket Internet | Rp100.000 | Kebutuhan kuota bulanan |
| Dana Darurat (Jaga-jaga) | Rp200.000 | Alokasi untuk kebutuhan tak terduga |
| TOTAL PENGELUARAN POKOK | Rp1.595.000 | Kebutuhan dasar bertahan hidup |
Beban Tambahan dan Target Gaji Minimal
Angka Rp1.595.000 di atas murni baru menyentuh kebutuhan pokok harian raga dan motor ku saja agar bisa bergerak. Realitasnya, hidup tidak pernah sesederhana itu. Di luar tumpukan kebutuhan pokok tersebut, ada kewajiban bulanan lain yang mutlak harus aku selesaikan, yaitu pos angsuran kredit motor.
Angsuran Motor Bulanan: Rp600.000
Jika total pengeluaran pokok sebesar Rp1.595.000 tadi digabungkan dengan biaya angsuran motor sebesar Rp600.000, maka angka riil yang keluar dari kalkulator ku adalah Rp2.195.000.
Melihat nominal tersebut, aku langsung menarik sebuah kesimpulan besar untuk langkah karierku ke depan. Jika nanti aku lulus dan mulai bekerja, aku membutuhkan pekerjaan dengan tawaran gaji setidaknya minimal Rp2.500.000 per bulan.
Mengapa harus Rp2,5 juta? Karena selisih sekitar Rp300.000 dari total pengeluaran riil itu akan menjadi benteng pertahananku untuk ditabung sebagai modal masa depan. Tentu saja, jika nanti aku bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang jauh di atas angka minimal tersebut, rasanya akan jauh lebih bagus dan melegakan untuk finansialku.
Hitungan ini mungkin terlihat sepele atau bahkan dinilai terlalu pas-pasan bagi sebagian orang. Namun bagiku, ini adalah peta kompas yang jujur. Rincian ini mendidik diriku agar tidak buta arah dan bisa lebih bijak mengelola keuangan sebelum melangkah masuk ke dunia kerja yang penuh dengan kejutan.
Pekanbaru, 23 Januari 2019
Oleh: Prima Eko Putra (Blank's Stories)

Komentar
Posting Komentar