Cerita • Perjalanan • Puisi

Cara Menghafal Al Quran dengan Metode Tiqror untuk Pemula


quote-menghafal-quran
quote menghafal qur'an
sumber: https://web.facebook.com/motivasimenghafalalquran/photos/anda-pasti-bisa-menghafal-al-quranjika-anda-yakin-bisa-hafal-30-juz-insya-allaha/722661428092313/?_rdc=1&_rdr
Beberapa waktu lalu, para guru di Al Kindi mendapatkan pembekalan luar biasa tentang metode menghafal Al Qur'an dengan cepat. Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hafalan guru-guru.

Sebab, di Sekolah Al Kindi, Al Qur'an merupakan program unggulan utama, khususnya dalam hal menghafal. Untuk mendidik anak-anak agar mampu menghafal dan mencintai Al Qur'an, tentu diperlukan ilmu dari guru-guru yang juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al Qur'an.

Materi berharga ini diisi oleh guru kami, yaitu Ustadz Affan Permana Putra, bertempat di gedung belakang SDIT Al Kindi, dan diikuti oleh seluruh guru SDIT serta SMPIT Al Kindi. Tidak hanya mendengarkan teori, kami juga langsung mempraktikkannya agar memahami betul proses pengajarannya kepada anak didik kelak.

Metode yang kami pelajari ini disebut Metode Tiqror. Tujuan utamanya adalah agar hafalan tidak hanya sekadar hafal, melainkan mutqin (lengket di ingatan) karena prosesnya memindahkan hafalan dari Short Term Memory (memori jangka pendek) ke Long Term Memory (memori jangka panjang).

Dahsyatnya Keistimewaan Menghafal Al Quran

Sebelum memulai metodenya, kita harus menyadari terlebih dahulu apa saja keistimewaan menjadi seorang hafiz atau penghafal Al-Qur'an. Berikut adalah beberapa poin penting yang sempat saya catat saat pelatihan:

  • Akal Menjadi Jernih: Orang yang menghafal Al-Qur'an cenderung memiliki akal yang jernih. Jika tidak, Al-Qur'an akan sulit masuk ke dalam ingatan.

  • Ingatan Selalu Segar: Di zaman sekarang, banyak orang mudah lupa karena faktor makanan atau camilan yang mengandung zat kurang sehat (seperti micin berlebih). Menghafal Qur'an adalah obat terbaik untuk menjaga ketajaman memori.

  • Membuat Hidup Bahagia: Kedekatan dengan Al-Qur'an (dibaca dan dihafal, bukan cuma dekat jarak fisiknya saja, ya! Hehe) dijamin membawa ketenangan hidup.

  • Waktu Menjadi Berkah: Di tengah kesibukan 24 jam, waktu yang dialokasikan untuk menghafal akan mendatangkan keberkahan yang luar biasa.

  • Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Rasulullah SAW adalah seorang penghafal Qur'an, dan setiap bulan Ramadhan beliau selalu memurojaah hafalannya bersama Malaikat Jibril.

  • Penyelamat dan Penolong: Al-Qur'an akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada pembacanya serta menyelamatkan dari azab neraka.

  • Ditinggikan Derajatnya: Allah Azza Wa Jalla akan memuliakan para penghafal Al-Qur'an dan mengumpulkan mereka bersama para Nabi, Rasul, dan Malaikat.

  • Menjadi Sebaik-baiknya Manusia: Sesuai hadits, manusia terbaik adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.

  • Memuliakan Orang Tua di Akhirat: Anak yang saleh dan menghafal Al-Qur'an akan memakaikan mahkota kemuliaan bagi orang tuanya di akhirat kelak.

11 Syarat Sebelum Mulai Menghafal Al Quran

Agar proses menghafal dengan Metode Tiqror berjalan lancar, ada beberapa persiapan penting yang wajib dipahami:

  1. Ikhlas: Luruskan niat menghafal Al-Qur'an murni karena Allah Azza Wa Jalla.

  2. Banyak Minum Air Putih: Air putih sangat membantu menyuplai oksigen ke otak agar konsentrasi terjaga.

  3. Pilih Tempat yang Nyaman: Menghafal butuh konsentrasi tingkat tinggi, cari tempat yang minim gangguan.

  4. Pilih Waktu Terbaik: Waktu yang sangat dianjurkan adalah 1 jam sebelum shalat Subuh. Namun, Anda juga bisa memilih waktu senggang lainnya.

  5. Memilih Guru Al-Qur'an (Talaqqi): Sangat sulit jika menghafal sendirian. Cari guru yang sudah tahsin agar bisa mengoreksi jika ada salah baca.

  6. Konsisten dengan Satu Mushaf: Jangan ganti-ganti Al-Qur'an saat menghafal, karena visualisasi letak ayat dan huruf di otak bisa kacau.

  7. Perpanjang Ruku dan Sujud: Secara medis, gerakan ini meluncurkan aliran darah optimal ke otak. Sujud juga momen terdekat hamba dengan Allah, perbanyaklah berdoa di sana.

  8. Tentukan Target: Manajemen waktu dimulai dari target. Misal, target 2 juz sebulan (40 halaman). Bagi target tersebut ke dalam langkah harian (pagi, siang, dan malam).

  9. Hilangkan Kata Negatif: Stop berkata "susah", "panjang", atau "banyak". Kata negatif adalah mental block. Ganti dengan kata positif: "Insya Allah mudah, pasti bisa!"

  10. Lakukan Pemanasan Otak: Sebelum masuk ke ayat baru, lakukan pemanasan selama 10 menit dengan membaca hafalan lama yang sudah lancar atau membaca Al-Fatihah.

  11. Atur Pernapasan & Fokus: Lakukan teknik ambil napas dalam lewat hidung, tahan 5 detik, lalu lepaskan lewat mulut untuk merilekskan jantung. Pastikan Anda fokus (jangan menghafal sambil merebus telur di dapur, ya!).

Catatan posisi memegang mushaf: Letakkan Al-Qur'an sejajar setinggi mata, atau angkat agak sedikit tinggi di sebelah kiri atau kanan pandangan Anda.

Panduan Teknis Menghafal: Metode Al Hifz hingga At-Tiqror

Setelah semua syarat di atas dipahami, berikut adalah urutan teknis penerapannya:

1. Metode Al Hifz (Setoran Hafalan Baru)

  • Baca 1 ayat atau 1 baris sebanyak 5 kali dengan mata menatap mushaf terbuka.

  • Tutup Al-Qur'an, lalu ulangi membaca ayat tersebut sebanyak 10 kali di luar kepala.

  • Jika sudah lancar, lanjutkan ke baris kedua dengan cara yang sama, lalu gabungkan dari baris pertama. Ulangi terus hingga halaman tersebut selesai.

2. Metode At-Tiqror (Pengulangan Kunci)

  • Setelah satu halaman (misal: Surah An-Naba' ayat 1-30) disetorkan ke guru dan dinyatakan lulus (maksimal 3 kesalahan), saatnya melakukan Tiqror.

  • Ulangi halaman tersebut sebanyak 20 kali tanpa melihat mushaf.

  • Trik jitu: Jika di tengah jalan Anda lupa, jangan buru-buru buka mushaf! Coba ingat-ingat dulu selama 5 menit untuk memancing rasa penasaran otak. Jika tetap tidak ingat, buka mushaf dan intip bagian yang lupa saja, lalu tutup lagi.

  • Wajib dicatat! Gunakan kertas/buku untuk mencentang jumlah pengulangan agar yakin sudah genap melakukan 20 kali Tiqror.

3. Metode Ar-Robth (Menggabungkan Hafalan)

  • Metode ini adalah cara mengikat halaman-halaman yang sudah dihafal. Jika halaman pertama dan kedua sudah lulus Tiqror, gabungkan kedua halaman tersebut untuk dibaca bersamaan. Semakin banyak halaman yang lulus, semakin panjang pula proses Ar-Robth-nya.

4. Murojaah & Metode At-Tajdid Wa Tasbit

  • Di dalam metode ini, istilah Murojaah baru digunakan jika hafalan sudah mencapai minimal 1 Juz. Jika belum mencapai 1 juz, proses pengulangan tersebut masih disebut Ar-Robth.

  • Jika Anda memiliki hafalan lama yang rapuh atau belum kokoh, gunakan Metode At-Tajdid Wa Tasbit (Bengkel Hafalan). Caranya: Saat murojaah dan menemukan ayat yang lupa, catat posisi detailnya (misal: Juz 30, lembar ke-3, baris ke-4), lalu lakukan pengulangan khusus pada bagian yang rusak tersebut hingga kembali kokoh.

Itulah rangkuman ilmu berharga mengenai Metode Tiqror untuk menghafal Al-Qur'an yang saya dapatkan dari pembekalan guru Al Kindi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang sedang berjuang menjadi penjaga kalam-Mu. Selamat mencoba dan semoga istiqomah!

Ditulis oleh: Ust Eko aka Blank

Postingan Asli: 1 Februari 2023

Komentar

Posting Komentar