Cerita • Perjalanan • Puisi

Kepada Anakku Tersayang Part 2

 Selasa, 14 Desember 2021

Waktu rasanya berjalan begitu cepat mendampingi setiap jengkal pertumbuhanmu di dalam rahim, Anakku. Tepat pada tanggal 14 Desember 2021, saat Abi kembali duduk menuliskan catatan ini, engkau sudah resmi menginjak usia 5 bulan di dalam kandungan Umi.

Kebahagiaan di dalam rumah kecil kita kian hari kian membubung tinggi. Kemarin, saat kami kembali pergi ke klinik untuk memeriksa kandungan, hati Abi rasanya berdesir hangat melihat gurat ekspresi di wajah Umimu. Senyumnya terkembang begitu lebar ketika dokter kandungan kembali memastikan bahwa kondisi bayinya sangat sehat dan aktif. Dan ada satu kabar gembira lagi yang membuat Umi bersorak di dalam hati: dokter bilang kamu positif seorang anak perempuan, Nak!

Mendengar kepastian itu, Abi dan Umi seketika sadar bahwa tantangan sesungguhnya sudah menanti di depan mata. Saat ini, kami berdua sedang benar-benar berproses dan berjuang keras untuk belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik. Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan dan memberikan seluruh hal terbaik yang kami mampu demi menyambut kehadiranmu di dunia.


Tingkah Lucu Umi dan Naluri Bersih-Bersih yang Menonjol

Ada sebuah cerita lucu dan unik yang Abi rekam beberapa hari belakangan ini. Suatu sore saat aku baru saja pulang ke rumah, awalnya aku mengira kalau di dalam ruang tengah sedang ada tamu yang berkunjung. Sayup-sayup aku mendengar suara Umimu sedang asyik mengobrol dan bercengkerama dengan seseorang secara intens.

Namun, begitu aku melangkah masuk dan melihat ke dalam ruangan, ternyata tidak ada siapa-siapa di sana. Aku mendapati Umimu sedang duduk sendirian, tersenyum menatap ke arah bawah, sambil mengelus-elus perutnya yang kian membesar. Rupanya, ia sedang asyik mengajakmu mengobrol dua arah. Sebuah pemandangan sederhana yang seketika mencairkan seluruh rasa lelah Abi sepulang bekerja dari sekolah.

Selain mulai sering mengajakmu berbicara, akhir-akhir ini Abi juga melihat ada perubahan perilaku yang cukup mencolok pada diri Umimu. Umi mendadak berubah menjadi jauh bertambah rajin dari biasanya. Segala sudut rumah disisir dan dibersihkan tanpa lelah. Kami berspekulasi, mungkin ini adalah efek bawaan bayi alias bawaan orok karena janin di dalam kandungannya adalah seorang anak perempuan, sehingga naluri bersih-bersih dan sifat estetiknya mendadak menonjol ke permukaan.


Ikhtiar Menabung, Survei Klinik, dan Lantunan Murottal

Menjelang hari persalinan yang kian dekat, Abi dan Umi tidak mau tinggal diam tanpa persiapan. Saat ini, kami sedang berdisiplin menyisihkan pendapatan untuk menabung demi kelancaran seluruh proses lahiranmu nanti. Kami juga sudah mulai bergerak melakukan survei ke beberapa klinik bersalin dan tempat-tempat praktik bidan di sekitar Pekanbaru. Langkah ini kami ambil demi memilah dan mencari fasilitas kesehatan mana yang terbaik dan paling aman untuk proses persalinan Umi kelak.

Tumbuhlah dengan sehat dan kuat di dalam sana ya, Nak. Kata Umi, akhir-akhir ini engkau sudah mulai aktif memberikan respons berupa gerakan-gerakan kecil di dalam perut Umi. Setiap kali engkau mulai bergerak, Umimu akan dengan sigap langsung mengajakmu berbicara.

Tak hanya itu, di waktu-waktu senggang, kami juga sering memasang dan mendengarkan lantunan murottal ayat-ayat suci Al-Qur'an di dekat perut Umi. Ikhtiar kecil ini kami lakukan dengan harapan agar indra pendengaranmu sejak dini sudah terbiasa dan akrab dengan syahdunya kalam Allah SWT.


Menanti Kado Terindah di Bulan Suci

Berdasarkan hitungan medis dari dokter, InsyaAllah perkiraan hari lahirmu (HPL) jatuh pada Bulan April tahun 2022 mendatang. Jika garis takdir itu berjalan tepat waktu, maka momen persalinanmu nanti akan bertepatan sekali dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Doa dan harapan terbesar Abi, semoga di bulan penuh berkah tahun depan, kami benar-benar bisa menjemput sebuah kado paling indah dan tak ternilai yang langsung dititipkan oleh Allah Ta'ala ke dalam pelukan kami berdua.

Sekian dulu ya untuk catatan di usia 5 bulan ini, Anakku tercinta. Abi simpan dulu penanya, dan janji akan terus Abi sambung ceritanya di postingan blog selanjutnya.


Pekanbaru, 14 Desember 2021

Baca Kelanjutannya: >> Kepada Anakku Tersayang Part 3 <<

Oleh: Prima Eko Putra (Blank's Stories)

Komentar

Posting Komentar