Senin, 24 Januari 2022
Kehidupan di dalam rumah kontrakan kecil kami selalu punya cerita uniknya sendiri. Tepat pada malam tanggal 24 Januari 2022, saat aku kembali duduk menghadap laptop untuk menyapa anakku di dalam kandungan, sebuah aroma gurih mendadak menusuk hidung.
Ternyata, tetangga di belakang rumah kami sedang memasak mi goreng. Aromanya begitu menggoda, sampai-sampai Abi langsung meluncurkan request khusus kepada Umimu untuk membuatkan menu yang sama. Tentu saja, membujuk ibu hamil di trimester tua itu tidak mudah, Nak. Butuh taktik dan bujuk rayu yang sangat khas ala Abi agar Umimu akhirnya luluh dan mau melangkah ke dapur untuk memasak.
Kau tahu, Nak? Hampir semua orang di dunia ini menyukai mi goreng, apalagi kalau mereknya Indomie. Bukannya Abi tidak tahu kalau makanan instan seperti itu kurang sehat untuk tubuh, tapi malam ini Abi memang sedang sangat ingin mencicipinya. Anggap saja ini sesi cheating day—sesekali saja dan jelas tidak boleh terlalu sering.
Perjuangan Umi di Usia Kandungan 7 Bulan
Saat surat ini ditulis, engkau sudah resmi berada di trimester terakhir. Usia kandungan Umi sudah menginjak 7 bulan.
Akhir-akhir ini, Abi kian sering melihat ekspresi wajah Umimu menahan rasa sakit dan pegal di badannya. Kata Umi, di dalam rahim sana engkau sedang sangat aktif bergerak dan menendang. Abi yang berada di luar tentu tidak bisa merasakan secara langsung bagaimana rasanya, namun melihat gurat kelelahan dan rasa sakit di wajah Umi, Abi tahu perjuangannya membawa dirimu tidaklah ringan.
Demi meringankan beban Umi dan mempersiapkan masa depan kita, Abi saat ini sedang mencoba menyibukkan diri dengan belajar banyak hal baru. Mumpung usia Abi belum terlalu tua dan badan belum sakit-sakitan, Abi ingin menyerap banyak keterampilan bermanfaat.
Di belakang rumah kontrakan kita, Abi sedang bereksperimen menanam bawang dan cabai. Niat awalnya memang cuma uji coba, tapi kalau nanti eksperimen ini berhasil, InsyaAllah Abi mau menanamnya dalam jumlah banyak, siapa tahu bisa dipanen lalu dijual untuk menambah pemasukan keluarga.
Tak hanya bertani kecil-kecilan, Abi juga sedang bersemangat ikut pelatihan online belajar Bahasa Arab. Bahkan pekan lalu, Abi baru saja menyelesaikan pelatihan ilmu kesehatan herbal, yaitu Totok Punggung. Siapa tahu, keahlian totok ini bisa sangat berguna untuk membantu mengobati orang di kemudian hari. Dan yang paling seru, Abi juga sedang belajar Bahasa Inggris secara private di rumah, di mana Umimu sendiri yang bertindak sebagai gurunya, Nak!
Tekad Memiliki Rumah Sendiri dan Momen USG 7 Bulan
InsyaAllah, kita tinggal di rumah kontrakan ini hanya untuk sementara waktu saja. Abi sudah menanam tekad dan komitmen yang kuat di dalam hati untuk menabung agar bisa membeli sebidang tanah dan membangun rumah kita sendiri. Abi ingin kelak kita bisa hidup tenang di bawah atap milik sendiri, tanpa harus pusing memikirkan biaya bayar kontrakan yang terus menagih setiap bulannya.
Dua pekan yang lalu, Abi dan Umi kembali pergi ke klinik untuk melakukan pemeriksaan USG bersama dokter Belfimiroza. Melalui bantuan teknologi alatnya yang canggih, dokter memperlihatkan gerakanmu di dalam rahim kepada kami.
"Momen itu sungguh ajaib, Nak. Kami dapat melihat dengan jelas kedua tangan kecilmu yang sedang bergerak menutupi wajahmu. Kami bisa melihat bentuk kepalamu, dan yang paling membuat dada Abi bergetar haru adalah ketika kami diperdengarkan suara detak jantungmu yang berdegup dengan sangat stabil."
Belajar Mencuci Baju di Waktu Malam
Jujur, Abi sudah benar-benar tidak sabar menantikan hari kelahiranmu ke dunia ini. Akhir-akhir ini, Abi sering sekali melatih diri dengan menggendong abang sepupumu yang bernama Zubair Mumtaz, anak dari Mak Ngah Ayi. Nanti kalau kamu sudah lahir dan tumbuh besar, panggil dia dengan panggilan "Bang Zubair" ya, Nak—panggil nama lengkapnya, jangan disingkat, karena itu adalah nama yang sangat bagus. Kelak, dialah yang akan memanggilmu dengan sebutan "Dek Aisyah".
Sekian dulu ya untuk catatan malam ini, Anakku tersayang. Abi harus segera menyudahi tulisan ini dan bergegas melangkah ke belakang untuk melanjutkan tugas mencuci pakaian.
Karena Abi dan Umimu sama-sama berstatus sebagai pekerja, maka waktu untuk menyelesaikan pekerjaan domestik seperti mencuci baju terpaksa harus kami eksekusi di malam hari seperti ini. Sehat-sehat selalu di dalam sana ya, Nak. Abi sangat sayang kepadamu.
Pekanbaru, 24 Januari 2022
>> Kepada Anakku Tersayang Part 4 <<
Oleh: AbinyaAisyahyangsedangkekenyanganhabismakanmigorengbuatanUminyaAisyah.
Komentar
Posting Komentar