Cerita • Perjalanan • Puisi

Cara Menanam Bawang Merah di Polybag: Eksperimen Iseng dari Dapur Rumah

Kamis, 6 Januari 2022

Kita telah berada di awal tahun, momen yang tepat dengan banyak harapan dan target baru yang ingin dicapai. Tahun ini, aku memulai langkah kecil yang cukup menantang bagi diriku sendiri, yaitu belajar untuk menjadi petani bawang rumahan.

Cerita ini dimulai tepat di akhir bulan Desember lalu, saat aku mulai memantapkan niat untuk mencoba cara menanam bawang merah di polybag.

Berawal dari Bawang yang Bertunas di Kulkas

Semua ini terjadi karena ketidaksengajaan. Di pertengahan Desember, istriku meninggalkan beberapa siung bawang merah yang telah dikupas begitu saja di dalam kulkas. Karena suhu kulkas yang lembap dan tidak sempat terpakai untuk memasak, beberapa bawang tersebut akhirnya mulai tumbuh tunas.

"Nah, tanamlah Bang, sudah tumbuh tunas," canda istriku waktu itu.

Meskipun terdengar seperti candaan, aku justru menganggapnya serius. Aku langsung mengambil polybag bekas yang ditinggalkan oleh penghuni kontrakan kami yang lama. Polybag itu sudah lama menganggur, tapi untungnya masih ada sisa tanah di dalamnya.

Aku menanam sekitar 8 siung bawang yang sudah bertunas tersebut. Di akhir Desember, saat aku iseng mengeceknya, ternyata tanaman bawang itu tumbuh dengan baik! Rasa senang yang tiba-tiba muncul itulah yang membuatku langsung tertarik untuk mendalami dunia cocok tanam ini.

Memulai Eksperimen Menanam Bawang Merah Rumahan

Tanpa pikir panjang, sore itu juga—kebetulan kami sedang libur semester ganjil—aku langsung pergi membeli seperempat kilogram bawang merah di pasar untuk dijadikan bibit tambahan.

Tak lupa, aku juga membeli beberapa polybag baru dengan ukuran yang lebih kecil. Demi menambah wawasan, aku menyempatkan diri menonton beberapa panduan di YouTube tentang cara menanam bawang merah yang baik dan benar. Ternyata, langkah-langkahnya cukup mudah dipraktikkan oleh pemula.

Selain polybag, aku juga memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam vertikal yang hemat tempat. Untuk langkah awal ini, aku sengaja bereksperimen menggunakan tanah yang ada di sekitar rumah kontrakan, salah satunya memanfaatkan tanah bekas bakaran sampah.

Dari eksperimen modal nekat ini, aku berhasil menyiapkan:

  • 7 buah polybag ukuran kecil.

  • 4 buah botol plastik bekas.

Uniknya, selain bawang merah, aku juga mencoba menyelamatkan tanaman cabai. Tanaman cabai ini tumbuh sendiri di belakang rumah dari sisa sampah dapur. Karena sayang kalau mati, langsung saja kupindahkan ke dalam pot, dan syukurlah sekarang tumbuh dengan baik.

Harapan Menjadi Petani Bawang Rumahan

Harapanku sederhana, semoga tanaman bawang dan cabai ini bisa tumbuh subur dan menghasilkan. Minimal, aku dan istri bisa menghemat pengeluaran dapur tanpa perlu sering-sering membeli bawang ke pasar.

Namun, jika eksperimen pertama ini berhasil dan hasilnya memuaskan, aku berencana untuk menanam dalam skala yang lebih banyak. Siapa tahu, dari sekadar hobi iseng di rumah kontrakan, nantinya bisa jadi peluang usaha dan menghasilkan bawang yang layak dijual ke pasar.

Mari kita lihat perkembangannya beberapa minggu ke depan!

Berikut kusertakan dokumentasi tanamanku.

Ini tanaman bawangku, pada tanggal 30 Desember 2021

Ini menggunakan media tanam botol plastik

Kuatur tanamannya seperti ini, aku takut mengaturnya terlalu dekat takut tak tumbuh

Yang ini kutanam 3 sekaligus, namanya juga eksperimen


Ini bawang yang kutanam di awal Desember 2021. Inilah awal yang membuatku tertarik untuk menanam.



Ini tanaman cabe yang tidak sengaja tumbuh dibelakang rumah, langsung kuselamatkan di polybag

Ini juga tanaman cabe

Ini cabe yang sudah ada semenjak awal kami pindah ke kontrakan yang sekarang

Ini bawangku yang berumur sepekan

Beberapa hasilnya berbeda, ada yang sudah bertunas ada juga yang belum

Yang ini baru 1 yang telah bertunas

Yang dibotol plastik sepertinya tumbuhnya agak lambat

Ini bonus,istriku melihat aku sedang semangat menanam, jadi dia kasi kangkung yang kami masak, untuk aku tanam.

Semoga semangat menanam ini tidak hanya hangat diawal, tapi aku bisa konsisten dan mendapatkan hasil yang terbaik.


By Blank

Komentar

Posting Komentar