Cerita • Perjalanan • Puisi

Resolusi 2023

Terakhir kali aku menyentuh dashboard blog ini untuk menulis adalah bulan lalu. Melihat jeda waktu yang sering kosong ini, sepertinya aku harus berhadapan dengan sebuah kenyataan jujur: aku termasuk orang yang masih sulit dalam menjaga keistiqomahan. Entah kenapa, setiap kali aku mulai memprogramkan sebuah rencana atau rutinitas baru, kerapihannya hanya bertahan di awal saja. Begitu memasuki pertengahan jalan, aku seolah kehilangan kuasa dan energi untuk menjaganya tetap konsisten.

Berdasarkan refleksi ini, dapat diasumsikan bahwa aku belum termasuk ke dalam golongan orang yang disiplin waktu secara ketat. Banyak orang bijak yang bilang bahwa memulai sesuatu itu memang mudah, tetapi mempertahankan dan merawatnya agar konsisten adalah urusan lain yang jauh lebih sulit. Aku sangat setuju dengan pernyataan itu. Hal ini bukan berarti aku adalah orang yang tidak setia pada komitmen, hanya saja menjaga sebuah kebiasaan untuk tetap ajeg dari hari ke hari memang membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa di tengah gempuran rasa malas.

Seperti biasa, di setiap penghujung akhir tahun, aku selalu membiasakan diri untuk duduk sejenak mengevaluasi seluruh agenda yang telah disusun sepanjang tahun ini. Aku ingin membedah apa saja hal yang sudah berhasil terlaksana dan apa saja impian yang masih tertunda.

Kilas Balik Perjalanan Sepanjang Tahun 2022

Mari kita bedah lembaran demi lembaran kalender kehidupan yang sudah aku lewati di tahun ini:

Januari: Aku mencoba untuk menantang diri sendiri dengan memulai kegiatan baru di luar rutinitas sekolah, yaitu bercocok tanam. Aku mencoba menanam bawang, cabe, dan beberapa jenis tanaman herbal lainnya di pekarangan. Hitung-hitung, kegiatan ini aku niatkan untuk melatih kedisiplinan dan pengelolaan waktu harian. Tapi sayangnya, akhir-akhir ini aku justru tidak serius lagi mengurusi tanaman-tanaman tersebut. Kalau dibilang karena terlalu sibuk, rasanya tidak juga. Jujur saja, aku hanya sedang menuruti rasa malas yang sedang dominan di dalam hati.

Februari dan Maret: Dua bulan ini berlalu tanpa ada agenda atau gebrakan besar di dalamnya. Hari-hari diisi dengan rutinitas biasa sembari fokus mendampingi istri, mempersiapkan segala kebutuhan mental dan logistik untuk menyambut kelahiran anak pertama kami.

April: Bulan yang penuh berkah dan keajaiban. Anak pertamaku lahir ke dunia pada tanggal 12 April 2022. Putri mungil yang cantik ini kami beri nama Aisyah Assyifa. Kehadirannya adalah hadiah paling indah dan tak ternilai dari Allah Ta'ala untuk aku dan istri. Di akhir bulan April ini juga, aku menyempatkan diri untuk mempererat tali silaturahmi dengan mengikuti acara buka puasa bersama (bukber) lintas komunitas, mulai dari rekan-rekan KERTAS, Wanapalhi, hingga keluarga besar Al Kindi.

Mei: Bulan ini diisi penuh dengan agenda mudik dan merayakan Idul Fitri. Lebaranku kali ini terasa sangat berbeda dan memberikan warna baru dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya aku merayakannya di kampung halaman sendiri, kali ini aku mencicipi suasana lebaran di rumah orang tua istri (mertua). Namun tak mengapa, kami memang sudah menjadwalkan untuk bergantian tiap tahunnya. Tahun ini di rumah mertua, dan insyaAllah lebaran tahun depan giliran di kampung halamanku, karena saat itu kondisi fisik anak kami tentu sudah lebih kuat untuk dibawa melakukan perjalanan jauh.

Juni: Momen ini ditandai dengan penutupan tahun ajaran sekolah yang cukup menguras energi dan emosi, merapikan rapor, serta menyiapkan administrasi kelulusan siswa.

Juli: Tahun ajaran baru dimulai dengan sebuah kejutan dan tanggung jawab yang besar. Di bulan ini, aku menerima amanah baru dari yayasan untuk bergeser posisi mengepalai SMP IT Al Kindi, setelah pada periode sebelumnya aku dipercaya untuk mengepalai SD IT Al Kindi. Mengemban jabatan sebagai Kepala Sekolah di tingkat menengah tentu memiliki tantangan yang berbeda. Doakan aku ya, semoga aku bisa selalu menjaga integritas, tetap amanah, dan diberikan kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas baru ini, Aamiin.

Agustus sampai Oktober: Tiga bulan ini berjalan dengan datar. Tidak ada agenda besar atau peristiwa luar biasa yang terjadi, semua berjalan mengikuti ritme rutinitas harian di sekolah.

November: Di akhir bulan, sebuah keputusan besar kami ambil. Kami sekeluarga memutuskan untuk pindah tempat tinggal ke kontrakan baru yang beralamat di Jalan Merpati Indah No.12 A. Keputusan pindah ini kami ambil demi mencari penyegaran suasana baru, dan semoga kami bisa betah serta mendapatkan keberkahan di lingkungan rumah yang baru ini.

Desember: Akhir tahun diisi dengan penutupan semester ganjil. Di sekolah SMP IT Al Kindi, kami para guru dan pengurus OSIS sukses mengadakan rangkaian kegiatan pasca-ujian berupa class meeting dan juga acara market day untuk mengasah bakat wirausaha para murid.

Evaluasi Diri dan Menyusun Target Baru untuk 2023

Jika boleh jujur pada diri sendiri, untuk target-target pribadi yang aku canangkan di awal tahun ini, bisa dibilang hampir tidak ada target yang benar-benar tercapai secara tuntas. Ada rasa sedih dan kecewa yang menyelusup di dalam dada. Aku yang menyusun rentetan agenda itu dengan rapi, tetapi aku sendiri yang lalai melaksanakannya. Lalu apa gunanya semua rencana itu jika hanya berakhir menjadi bahan tulisan di blog saja?

Namun, aku tidak boleh larut dalam penyesalan. Kegagalan tahun ini harus menjadi bahan bakar untuk bangkit. InsyaAllah, menjelang tahun depan, aku ingin kembali menyusun target baru dan akan kuusahakan dengan sekuat tenaga agar bisa tercapai. Beberapa resolusi utama yang ingin aku tuntaskan di tahun 2023 nanti antara lain:

  1. Menuntaskan Hafalan Juz 29: Ini adalah utang spiritual pribadi yang harus benar-benar aku selesaikan di tahun depan. Target ini menjadi prioritas utamaku.

  2. Membuka Bisnis Sampingan: Sebenarnya tahun ini aku sudah merencanakan matang-matang untuk mulai jualan madu asli dan kurma berkualitas, namun sayangnya rencana itu gagal dieksekusi. InsyaAllah, tahun depan niat berbisnis ini harus direalisasikan. Prinsipnya yang penting bergerak jualan dulu, apa pun produknya nanti yang penting halal dan berkah.

  3. Belajar Bahasa Asing: Proses mengupgrade diri dengan memperdalam kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Arab sampai saat ini masih terus berjalan perlahan, dan akan aku tingkatkan lagi intensitas belajarnya di tahun depan.

Mungkin itu dulu gambaran resolusi dan target yang bisa aku petakan untuk menyambut tahun 2023. Semoga segala niat baik dan ikhtiar kita ke depan selalu diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan oleh Allah Ta'ala. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Penulis: Prima Eko Putra

Komentar

Posting Komentar