Cerita • Perjalanan • Puisi

Teknology Zaman Dulu vs Sekarang: Sebuah Anugerah atau Kutukan?

Bicara tentang perkembangan teknologi, seketika lamunan aku flashback ke masa sepuluh tahun ke belakang, tepatnya pada tahun 2005. Pada saat itu, umur aku baru 11 tahun dan masih duduk di bangku kelas 5 SD (Sekolah Dasar).

Jika diingat-ingat kembali, teknologi yang beredar pada masa itu sangat kontras dengan kecanggihan gadget hari ini. Namun, dari sanalah perjalanan generasi kita dimulai.

Nostalgia Teknologi Jadul Tahun 2005

Mundur ke tahun 2005, merek HP (Handphone) yang merajai pasar adalah Ericsson dan Nokia. Tampilannya pun masih monochrome dengan layar ikonik berwarna hitam putih atau kekuningan.

Fungsi utama HP saat itu murni hanya untuk teleponan dan berkirim SMS. Game HP yang paling populer dan aku kenal kala itu barulah Space Impact dan Snake II (entah kapan rilisnya Snake I, hehe).

Urusan sinyal pun butuh perjuangan luar biasa. Di daerah tertentu, kita harus menggunakan bantuan antena radio luar, dengan cara melilitkan HP tersebut menggunakan kawat, lalu kawatnya diikat tinggi-tinggi di tiang antena radio agar mendapat sinyal yang stabil.

Perangkat komputer juga tidak kalah ikonik. Saat itu, kami masih menggunakan komputer tabung yang berat dan besar. Sistem Operasi (SO) yang diandalkan adalah Windows Millennium Edition atau yang dikenal dengan nama Windows ME. Game bawaannya pun sangat legendaris, seperti Minesweeper, Spider Solitaire, dan Pinball. Sementara untuk game install-an luar, yang paling sering kumainkan adalah Virtua Cop 2 (yang ini aku juga heran, kapan versi pertamanya keluar).

Untuk konsol game atau game station yang terkenal di masa kecilku baru sebatas Nintendo dan V-Com. Aku sendiri baru mengenal PlayStation (PS) saat menginjak kelas 1 SMP.

Dampak Positif dan Buruk Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi bergerak sangat cepat dan masif. Di satu sisi, kemajuan ini membawa segudang manfaat bagi kehidupan manusia, di antaranya:

  • Memudahkan dan mempercepat berbagai pekerjaan manusia.

  • Menghemat banyak waktu dan tenaga.

  • Memangkas biaya operasional secara signifikan.

Akan tetapi, di balik deretan manfaat tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi juga membawa dampak buruk, terutama terhadap pergeseran budaya dan kebiasaan manusia sehari-hari.

Lahirnya berbagai platform Media Sosial baru belakangan ini justru kerap membuat kehidupan sosial masyarakat menjadi terganggu. Orang-orang kini cenderung lebih sibuk menatap layar gadget masing-masing daripada berinteraksi secara langsung dengan manusia atau lingkungan di sekitar mereka. Istilah populernya: "Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat." Budaya individualis inilah yang kemudian terus diadopsi oleh generasi muda zaman sekarang.

Kesimpulan: Teknologi Itu Anugerah atau Kutukan?

Kini, semua kembali kepada sikap kita masing-masing. Kita dituntut untuk pandai dan bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada. Jangan sampai kita terlalu terlena oleh kecanggihan dunia digital hingga lupa kodrat kita yang sesungguhnya sebagai makhluk sosial.

Menjawab pertanyaan mendasar pada judul di atas: Apakah teknologi itu sebuah anugerah atau kutukan?

Jawabannya adalah tergantung pada cara kita menyikapinya. Jika kita menggunakannya dengan bijak dan tahu batasan, teknologi akan menjadi sebuah anugerah yang luar biasa. Namun, jika kita terbuai, kecanduan, dan diperbudak oleh kecanggihannya, teknologi bisa berubah menjadi kutukan dan musibah bagi kehidupan kita.

Ditulis oleh: Blank  

Postingan Asli: 18 Desember 2015

Komentar

Posting Komentar